TUBABA realitapublik.id – Praktik pengerjaan infrastruktur yang diduga mengabaikan prinsip transparansi publik kembali mencuat di Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Sebuah proyek jalan lapisan penetrasi (Lapen) di Tiyuh (Desa) Sumber Rejo ditemukan telah selesai dikerjakan hanya dalam waktu dua hari, namun tanpa memasang papan nama proyek hingga memicu tudingan sebagai “proyek siluman”.
Papan nama proyek merupakan instrumen vital sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) serta Peraturan Presiden tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ketiadaan papan informasi ini menutup akses masyarakat untuk memonitor jenis kegiatan, sumber dana, besaran anggaran, volume pekerjaan, hingga kontraktor pelaksananya.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (17/12/2025), proyek jalan Lapen yang membentuk rute “huruf U” (mulai dari samping Balai Tiyuh hingga area SMP) tersebut sudah tuntas dikerjakan. Estimasi panjang jalan diperkirakan mencapai 300 meter. Namun, warga dan pengamat menilai ada yang tidak beres dengan metode pelaksanaannya.
Pekerjaan yang tanpa disertai papan informasi tersebut terindikasi sebagai upaya “akal-akalan” untuk mengelabui monitoring publik. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaksana proyek sengaja menyembunyikan informasi dari pengawasan masyarakat (Tidak Transparan).
Kepala Tiyuh Sumber Rejo, Joko, saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan adanya kegiatan tersebut di wilayahnya, tepatnya di dekat Balai Tiyuh. Namun, ia mengaku tidak mengetahui detail teknis maupun administratif dari proyek tersebut.
“Benar mas, itu memang proyek dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). Mengenai detail lainnya, silakan tanyakan langsung ke pihak PU. Saya sendiri belum sempat melihat pekerjaan itu secara langsung,” ujar Joko.
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa pelaksana proyek memang sempat meminta izin untuk bekerja, namun ia tidak mengetahui nama CV atau kontraktor yang bertanggung jawab. Ia juga menyebut sempat mendengar adanya papan nama, namun menghilang tepat setelah pengerjaan selesai.
“Soal berapa nilainya, kapan jangka waktu selesainya, dan siapa kontraktornya, saya benar-benar tidak tahu,” tambahnya.
Informasi menarik datang dari salah satu aparatur Tiyuh Sumber Rejo. Ia menyebutkan bahwa pengerjaan tersebut selesai dengan sangat cepat. Bahkan, saat ia mengajak pihak konsultan (yang tidak diketahui namanya) untuk mengukur volume fisik jalan Lapen tersebut, jawaban yang diterima justru mengecewakan.
“Kemarin mereka mengajak foto-foto di lokasi. Saat saya ajak untuk mengukur bersama hasil pengerjaannya, pihak di sana hanya menjawab ‘Sudah pak, sudah saya ukur tadi’,” ungkap aparatur tersebut menirukan ucapan pelaksana.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang Barat belum memberikan penjelasan resmi terkait status proyek tersebut. Bungkamnya pihak terkait memperkuat spekulasi bahwa proyek pembangunan jalan Lapen ini dikerjakan melalui “persekongkolan” tertentu, atau bahkan diduga dikerjakan sebelum proses tender resmi diselesaikan.
Masyarakat berharap pihak Inspektorat Tubaba segera turun ke lapangan untuk melakukan audit fisik dan administrasi guna memastikan tidak adanya kerugian negara dalam proyek “siluman” ini.
Penulis : Rody Sandra






