Proyek Lapen ‘Kilat’ di Tiyuh Sumber Rejo Diduga Siluman, Rampung dalam 2 Hari Tanpa Papan Informasi

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Lapen tidak jelas di Wilayah Tiyuh Sumber rejo, (Foto: Rody Sandra Realita Publik)

i

Proyek Lapen tidak jelas di Wilayah Tiyuh Sumber rejo, (Foto: Rody Sandra Realita Publik)

TUBABA realitapublik.id – Praktik pengerjaan infrastruktur yang diduga mengabaikan prinsip transparansi publik kembali mencuat di Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Sebuah proyek jalan lapisan penetrasi (Lapen) di Tiyuh (Desa) Sumber Rejo ditemukan telah selesai dikerjakan hanya dalam waktu dua hari, namun tanpa memasang papan nama proyek hingga memicu tudingan sebagai “proyek siluman”.

 

Papan nama proyek merupakan instrumen vital sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) serta Peraturan Presiden tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Ketiadaan papan informasi ini menutup akses masyarakat untuk memonitor jenis kegiatan, sumber dana, besaran anggaran, volume pekerjaan, hingga kontraktor pelaksananya.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (17/12/2025), proyek jalan Lapen yang membentuk rute “huruf U” (mulai dari samping Balai Tiyuh hingga area SMP) tersebut sudah tuntas dikerjakan. Estimasi panjang jalan diperkirakan mencapai 300 meter. Namun, warga dan pengamat menilai ada yang tidak beres dengan metode pelaksanaannya.

Baca Juga :  Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

 

Pekerjaan yang tanpa disertai papan informasi tersebut terindikasi sebagai upaya “akal-akalan” untuk mengelabui monitoring publik. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaksana proyek sengaja menyembunyikan informasi dari pengawasan masyarakat (Tidak Transparan).

 

Kepala Tiyuh Sumber Rejo, Joko, saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan adanya kegiatan tersebut di wilayahnya, tepatnya di dekat Balai Tiyuh. Namun, ia mengaku tidak mengetahui detail teknis maupun administratif dari proyek tersebut.

 

“Benar mas, itu memang proyek dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). Mengenai detail lainnya, silakan tanyakan langsung ke pihak PU. Saya sendiri belum sempat melihat pekerjaan itu secara langsung,” ujar Joko.

Baca Juga :  Satpol PP Kota Pasuruan Copot Banner Sengketa Lahan Kelurahan Bukir, Warga Pertanyakan Keadilan Penertiban!

 

Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa pelaksana proyek memang sempat meminta izin untuk bekerja, namun ia tidak mengetahui nama CV atau kontraktor yang bertanggung jawab. Ia juga menyebut sempat mendengar adanya papan nama, namun menghilang tepat setelah pengerjaan selesai.

 

“Soal berapa nilainya, kapan jangka waktu selesainya, dan siapa kontraktornya, saya benar-benar tidak tahu,” tambahnya.

 

Informasi menarik datang dari salah satu aparatur Tiyuh Sumber Rejo. Ia menyebutkan bahwa pengerjaan tersebut selesai dengan sangat cepat. Bahkan, saat ia mengajak pihak konsultan (yang tidak diketahui namanya) untuk mengukur volume fisik jalan Lapen tersebut, jawaban yang diterima justru mengecewakan.

Baca Juga :  Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November

 

“Kemarin mereka mengajak foto-foto di lokasi. Saat saya ajak untuk mengukur bersama hasil pengerjaannya, pihak di sana hanya menjawab ‘Sudah pak, sudah saya ukur tadi’,” ungkap aparatur tersebut menirukan ucapan pelaksana.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Tulang Bawang Barat belum memberikan penjelasan resmi terkait status proyek tersebut. Bungkamnya pihak terkait memperkuat spekulasi bahwa proyek pembangunan jalan Lapen ini dikerjakan melalui “persekongkolan” tertentu, atau bahkan diduga dikerjakan sebelum proses tender resmi diselesaikan.

 

Masyarakat berharap pihak Inspektorat Tubaba segera turun ke lapangan untuk melakukan audit fisik dan administrasi guna memastikan tidak adanya kerugian negara dalam proyek “siluman” ini.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai
Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri
Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Berita Terbaru