Laporan Dihentikan Tanpa Penjelasan Rinci, Warga Pertanyakan Transparansi Propam Polda Lampung

- Jurnalis

Senin, 22 Desember 2025 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aprohan Saputra, nyatakan kekecewaannya atas SP2HP yang diterima (foto: Rody Sandra Realita Publik)

i

Aprohan Saputra, nyatakan kekecewaannya atas SP2HP yang diterima (foto: Rody Sandra Realita Publik)

BANDAR LAMPUNG realitapublik.id – Polemik mengenai akuntabilitas pengawasan internal kepolisian kembali mencuat. Seorang warga, Aprohan Saputra, menyatakan kekecewaannya atas Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan Propam (SP2HP-2) yang diterimanya dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Lampung pada Desember 2025.

 

Dalam surat bernomor B/507/XII/2025/Propam tertanggal 17 Desember 2025 tersebut, laporan Aprohan terkait dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik profesi Polri oleh personel Satlantas Polres Way Kanan dinyatakan tidak dapat dilanjutkan.

 

Surat yang ditandatangani Kasubbid Paminal Propam Polda Lampung, AKBP Yonirizal Khova, S.H., secara tegas menyimpulkan bahwa belum ditemukan adanya pelanggaran disiplin maupun kode etik oleh personel terkait. Namun, bagi Aprohan, poin tersebut justru memicu tanda tanya besar karena minimnya uraian alasan.

Baca Juga :  Dini Hari Membara di Desa Olean, Dua Rumah Rusak Total, Kerugian Capai Rp200 Juta

 

“Surat itu hanya menyebutkan ‘belum ditemukan pelanggaran’, tanpa menjelaskan indikator pemeriksaan atau bagian mana dari laporan kami yang dianggap tidak memenuhi unsur. Ini yang kami pertanyakan,” ujar Aprohan.

 

Ia menilai, tanpa adanya alasan substantif yang diuraikan secara tertulis, hak pelapor untuk mendapatkan informasi yang jelas telah terabaikan.

 

Upaya Aprohan untuk mendapatkan kejelasan melalui kanal komunikasi resmi (Unit 3 Paminal) belum membuahkan hasil tertulis yang memuaskan. Pihak Propam menyarankan pelapor untuk datang langsung ke kantor jika membutuhkan penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga :  Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS

 

Selain itu, terdapat klausul dalam SP2HP-2 yang menyebutkan bahwa surat tersebut hanya bersifat pemberitahuan dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan peradilan. Menurut Aprohan, hal ini semakin mempersempit ruang kontrol masyarakat atas proses penanganan pengaduan internal.

 

“Ini soal transparansi dan akuntabilitas. Jika mekanisme pengawasan internal tidak memberikan penjelasan yang layak secara tertulis, kredibilitas institusi di mata masyarakat menjadi taruhannya,” tegasnya.

 

Baca Juga :  Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pejabat terkait masih menemui jalan buntu:

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, S.I.K., M.H., menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Kabid Propam.

 

Kabid Propam Polda Lampung, Kombes Pol Didik Priyo Sambodo, S.I.K., tidak memberikan respons saat dihubungi melalui saluran komunikasi resmi.

 

Aprohan menyatakan akan terus menyuarakan persoalan ini ke ruang publik. Baginya, posisi Propam sangat strategis sebagai penjaga marwah Polri, sehingga setiap penanganan pengaduan masyarakat seharusnya dijalankan dengan argumentasi hukum yang terbuka dan komunikatif.

Penulis : Rody Sandra

Editor : Saichu

Berita Terkait

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Berita Terbaru