Fenomena Bunuh Diri Jadi Alarm Serius, Pemkot Pekalongan Siapkan Langkah Pencegahan Terpadu

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Pekalongan realitapublik.id– Maraknya kasus bunuh diri yang terjadi di Kota Pekalongan sepanjang tahun 2025 menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pekalongan.

 

Menurut Wali Kota Pekalongan, H.A Afzan Arslan Djunaid, atau yang akrab disapa Aaf, fenomena tersebut sebagai bahan evaluasi bersama sekaligus alarm penting terkait kesehatan mental masyarakat. Hal itu disampaikannya saat diwawancarai wartawan usai membuka kegiatan Pembekalan Penegakan Perda dan Perkada bagi Aparatur Satpol P3KP Kota Pekalongan Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Kantor BPKAD Kota Pekalongan, Senin siang (22/12/2025).

 

“Kalau Saya catat, di tahun 2025 ini sudah ada tiga kejadian, dan itu waktunya tidak lama. Ini tentu menjadi perhatian kita semua,” tutur Aaf.

 

Berdasarkan sejumlah informasi yang dihimpunnya menyebutkan ada beberapa faktor yang diduga melatarbelakangi terjadinya peristiwa tersebut, mulai dari tekanan psikologis hingga masalah kesehatan mental yang tidak tertangani. Pada salah satu kasus yang terjadi di wilayah Sungai Lodji, bahkan korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan.

Baca Juga :  Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

 

“Kejadian ini jadi bahan evaluasi kita bersama, terutama lurah dan camat. Kita harus betul-betul mendata warganya,” tegasnya.

 

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Pekalongan akan memperkuat sistem pendataan warga yang membutuhkan perhatian khusus. Upaya ini akan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Pendataan tidak hanya menyasar kondisi sosial-ekonomi masyarakat, tetapi juga akan mengakomodasi catatan riwayat dan kondisi kesehatan, termasuk kesehatan mental, sebagai dasar penanganan lebih lanjut.

 

Dengan pendataan yang komprehensif, ia berharap intervensi dapat dilakukan sejak dini dan lebih tepat sasaran.

 

“Data ini penting supaya penanganannya tidak terlambat. Kita ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan pendampingan bisa segera mendapatkan layanan,” ujarnya.

Baca Juga :  Sinergi Tanpa Batas, Pemkot Batu Anugerahkan Lencana Hakaryo Guno Mamayu Bawono pada AKBP Aris Purwanto

 

Selain penguatan pendataan, ia juga mendorong masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan jiwa yang tersedia di Kota Pekalongan. Aaf memastikan bahwa layanan kesehatan mental di berbagai fasilitas kesehatan dapat diakses masyarakat dengan mudah dan biaya yang terjamin.

 

“Kalau ada keluarga atau saudara yang membutuhkan, silakan konsultasi. Di RSUD Bendan ada, dokter jiwa di beberapa rumah sakit swasta juga ada, termasuk di RS Junaid. Semua bisa difasilitasi melalui UHC dan BPJS, jadi jangan khawatir soal biaya,” tegasnya.

 

Menurutnya, stigma terhadap gangguan kejiwaan harus mulai dikurangi. Masalah kesehatan mental harus dipandang sebagai kondisi medis yang perlu penanganan profesional, bukan sesuatu yang harus disembunyikan.

Baca Juga :  Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu

 

Sebagai upaya penguatan dukungan sosial masyarakat, Pemkot Pekalongan turut melibatkan tokoh agama dalam upaya pencegahan. Pemerintah menilai tokoh agama memiliki peran strategis dalam memberikan penguatan spiritual dan moral yang berdampak pada ketenangan psikologis masyarakat.

 

“Kita titipkan pesan-pesan melalui ceramah kepada jamaah dan santri. Bukan hanya soal kesehatan mental, tapi juga persoalan lain seperti kebersihan dan pembangunan kota,” ungkap Aaf.

 

Di sisi lain, Wali Kota Aaf juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memastikan situasi kota tetap aman dan kondusif, terlebih menjelang perayaan Natal. Pemantauan kesiapan pelaksanaan ibadah Natal akan dilakukan agar warga yang merayakan dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

 

“Ya, tanggal 24 kita akan monitoring kesiapan saudara-saudara kita yang akan merayakan Natal,” pungkasnya.

 

Jurnalis: Wildan

Editor : Red

Berita Terkait

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai
Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri
Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Soal Isu Aliran Dana PJU, Ustadz Hamidi dan Oknum Perangkat Desa Selomukti Akhirnya Berdamai

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Kapolres PALI: Semangat Sumpah Pemuda Harus Tercermin dalam Pelayanan Polri

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Berita Terbaru