Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi: Ribuan Nelayan Pantura Parkir Kapal, Harga Ikan Melambung

- Jurnalis

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAWA TENGAH realitapublik.id – Ribuan nelayan di sepanjang jalur Pantura Jawa Tengah terpaksa berhenti melaut akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang melanda wilayah perairan Utara Jawa. Fenomena “Musim Baratan” ini membuat para nelayan memilih menambatkan perahu mereka guna menghindari risiko kecelakaan laut.

 

Pantauan di sejumlah pelabuhan perikanan mulai dari Tegal, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Pati, hingga Rembang, menunjukkan deretan kapal yang hanya bersandar di dermaga. Kondisi ini berdampak langsung pada pasokan ikan yang menipis dan memicu kenaikan harga di pasaran.

 

Kastari, seorang nelayan dari Celong, Kabupaten Batang, mengungkapkan bahwa keselamatan menjadi alasan utama mereka tidak melaut. “Cuaca di perairan sedang ekstrem dan terjadi gelombang tinggi. Kami memilih istirahat melaut daripada bertaruh nyawa,” ujarnya.

Baca Juga :  Niat Majukan Kampung Halaman, Sukamto Siap Calonkan Diri sebagai Kepalo Tiyuh Daya Sakti

 

Hal senada disampaikan Warno, nelayan asal Krapyak, Pekalongan. Menurutnya, minimnya pasokan akibat hanya kapal besar yang berani melaut telah mengerek harga ikan konsumsi.

 

“Harga ikan laut yang biasa dikonsumsi masyarakat sekarang naik ke kisaran Rp26.000 lebih per kilogram, dari harga normal yang sebelumnya masih di bawah Rp20.000,” ungkap Warno.

 

Sementara itu di Pelabuhan Wedung, Demak, nelayan menghadapi kendala ganda. Selain gelombang tinggi, banjir rob juga menyulitkan operasional. “Setiap malam hingga dini hari rob merendam, kami kesulitan menjangkau pelabuhan untuk bongkar muat hasil tangkapan,” keluh Suradi, nelayan setempat.

Baca Juga :  Bobol Rumah Kosong Pakai Linggis, Dua Pemuda di Talang Ubi Diringkus Polisi

 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang merilis peringatan dini cuaca buruk pada Sabtu (27/12/2025).

Tinggi Gelombang: Berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah perairan Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, dan Pati-Rembang.

Kecepatan Angin: Berisiko tinggi bagi aktivitas pelayaran jika kecepatan angin melampaui 15 knot.

Banjir Rob: Ketinggian air pasang maksimum diprediksi mencapai 1 meter pada pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

 

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, menambahkan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang diprediksi melanda 24 daerah di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Banteng Bergerak, Budhi Condrowati Galakkan Pembinaan Ideologi Pancasila di Tiyuh Marga Kencana

 

“Masyarakat diminta mewaspadai bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung, terutama di wilayah pegunungan dan pesisir,” tegas Arif.

 

Beberapa daerah yang masuk dalam zona waspada antara lain: Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Kudus, Temanggung, Kajen, Slawi, hingga Magelang.

 

Masyarakat, khususnya para pelaku aktivitas kelautan, diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum memutuskan untuk beraktivitas.

Penulis : Fery Eka

Berita Terkait

Gandeng Pengemudi Ojol, Satlantas Polres Lampung Utara Gencarkan Edukasi Kamseltibcar Lantas
Jelang Sertijab Kapolres Tubaba, Tim Verifikasi Itwasda Polda Lampung Periksa Administrasi dan Anggaran
Disela Agenda Kerja, Menteri PKP Maruarar Sirait Blusukan dan Nikmati Kuliner di Festival Malang Djadoel 3
Heboh! Kuitansi Seragam Rp970 Ribu di Batang, Disdikbud Tegaskan Hanya Difasilitasi Lewat Koperasi
Bupati Indramayu Gelontorkan Hibah Rp13 Miliar untuk Kesejahteraan Guru Madrasah
Heboh Rincian Seragam SMABA Capai Rp3,1 Juta, Intip Aturan Tegas Dindik Jatim
Peringati HUT ke-75 IBI, Bidan Lampung Utara Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis
Dinilai Berlebihan, Ketua IWO Lampung Tolak Penghargaan dari Polda
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:48 WIB

Gandeng Pengemudi Ojol, Satlantas Polres Lampung Utara Gencarkan Edukasi Kamseltibcar Lantas

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:35 WIB

Jelang Sertijab Kapolres Tubaba, Tim Verifikasi Itwasda Polda Lampung Periksa Administrasi dan Anggaran

Sabtu, 4 Juli 2026 - 17:01 WIB

Disela Agenda Kerja, Menteri PKP Maruarar Sirait Blusukan dan Nikmati Kuliner di Festival Malang Djadoel 3

Sabtu, 4 Juli 2026 - 16:06 WIB

Heboh! Kuitansi Seragam Rp970 Ribu di Batang, Disdikbud Tegaskan Hanya Difasilitasi Lewat Koperasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:59 WIB

Bupati Indramayu Gelontorkan Hibah Rp13 Miliar untuk Kesejahteraan Guru Madrasah

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:49 WIB

Peringati HUT ke-75 IBI, Bidan Lampung Utara Gelar Pemeriksaan Pap Smear Gratis

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:32 WIB

Dinilai Berlebihan, Ketua IWO Lampung Tolak Penghargaan dari Polda

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:34 WIB

Diduga Tabrak Aturan RTRW, Proyek Koperasi Desa Merah Putih Hadapi Masalah Serius

Berita Terbaru