Program MBG Presiden Prabowo di SDN 10 Tubaba Tuai Protes, Wali Murid Endus Dugaan Penyimpangan Anggaran

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Implementasi program MBG di SDN 10 Pulung Kencana (Foto: Rody Sandra/realita publik id)

i

Implementasi program MBG di SDN 10 Pulung Kencana (Foto: Rody Sandra/realita publik id)

TULANG BAWANG BARAT realitapublik.id – Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), memicu gelombang protes dari para wali murid. Pihak penyelenggara diduga memangkas kualitas dan kuantitas menu yang tidak sesuai dengan standar anggaran yang ditetapkan pemerintah.

 

Keluhan ini mencuat setelah para orang tua membandingkan nilai anggaran per siswa sebesar Rp10.000 per hari dengan fakta paket makanan kering yang diterima anak-anak mereka.

Pasca libur panjang, sistem pembagian MBG berubah menjadi pembagian paket mingguan. Namun, isi dari paket tersebut dinilai jauh dari standar “bergizi” dan tidak sebanding dengan total anggaran Rp70.000 per siswa untuk satu minggu sekolah.

Baca Juga :  Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

 

“Dalam satu minggu, anak kami hanya mendapatkan 2 roti Padi Mas, 3 biji buah salak, 1 bungkus Sari Gandum, 3 butir telur, 2 kotak sari kacang hijau, 1 kotak susu, dan 2 bungkus roti Dilan. Ini sangat tidak wajar,” ungkap salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (29/12/2025).

 

Wali murid lainnya memperkirakan, paket makanan kering yang diberikan pihak penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut jika ditotal hanya bernilai sekitar Rp30.000 hingga Rp35.000.

Baca Juga :  Diduga Tabrak Aturan, Aktivitas Tambang CV Mutiara Timur di Lemahbang Disoal Warga

 

“Pertanyaannya, ke mana sisa anggaran yang lainnya? Waktu belum libur, anak kami dapat nasi dan lauk pauk senilai Rp10 ribu setiap hari. Sekarang diganti makanan kering yang nilainya jelas di bawah standar,” bebernya.

 

Para wali murid khawatir jika praktik ini dibiarkan, visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan gizi generasi bangsa akan tercoreng oleh oknum pelaksana di lapangan. Mereka mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) dan instansi terkait untuk turun tangan melakukan audit terhadap pihak SPPG.

 

“Kami mengharapkan pemerintah melakukan evaluasi total. Jika penyelenggara tidak amanah, ini bisa merusak program nasional Bapak Presiden Prabowo. Jangan biarkan hak gizi anak-anak kami dikurangi demi keuntungan pribadi,” tegas para orang tua.

Baca Juga :  Dini Hari Membara di Desa Olean, Dua Rumah Rusak Total, Kerugian Capai Rp200 Juta

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara SPPG yang bertanggung jawab atas distribusi MBG di SDN 10 Pulung Kencana belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik tersebut. Redaksi masih terus berupaya mendapatkan konfirmasi dari Dinas Pendidikan maupun koordinator program MBG Kabupaten Tubaba.

 

Masyarakat kini menanti ketegasan pemerintah untuk memastikan bahwa anggaran Rp10.000 per hari benar-benar sampai ke piring (atau paket) siswa dalam bentuk gizi yang layak.

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton

Berita Terbaru