Peringati 1 Abad NU, Komite Dzurriyah Muassis Gelar Napak Tilas Isyarat Pendirian: Dari Bangkalan Menuju Tebuireng

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

BANGKALAN realitapublik.id — Menyongsong satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) dalam hitungan kalender Masehi (1926–2026), Komite Dzurriyah Muassis (Keturunan Pendiri) NU menyelenggarakan kegiatan religius dan historis bertajuk “Napak Tilas Isyarat Pendirian NU” pada Ahad (4/1/2026).

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali memori spiritual mengenai bagaimana Jam’iyyah NU didirikan melalui restu para guru dan ulama besar pada masa itu.

 

Perjalanan napak tilas ini menyusuri rute bersejarah yang pernah ditempuh oleh Kyai As’ad Syamsul Arifin saat membawa isyarat spiritual dari Syaikhona Kholil Bangkalan untuk disampaikan kepada Hadratussyekh Kyai Hasyim Asy’ari di Jombang.

Baca Juga :  Bikin Haru! Warga Situbondo Ini Kaget Dapat Hadiah Umrah Gratis dari Kapolri

 

Rangkaian kegiatan dimulai dari Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan, Madura, dan berakhir di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Isyarat berupa tongkat (yang melambangkan kepemimpinan dan kekuatan) serta tasbih (sebagai simbol zikir dan keteguhan spiritual) menjadi tonggak sejarah yang mengukuhkan niat para kiai untuk mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

 

Napak tilas ini diikuti oleh perwakilan garis keturunan dari para ulama kunci pendiri NU, di antaranya:

Baca Juga :  Buka FH Volleyball Talent Hunt U-18 Cup, Firdaus Hasbullah Ajak Atlet Muda PALI 'Gas Jadi Bintang'

– Dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan (Pemberi restu dan isyarat).

– Dzurriyah Kyai As’ad Syamsul Arifin (Pembawa amanah isyarat).

– Dzurriyah Hadratussyekh Kyai Hasyim Asy’ari (Penerima amanah dan pendiri NU).

 

Kegiatan ini juga dibingkai dengan napas zikir melalui asma “Ya Jabbar” (Maha Perkasa) dan “Ya Qahhar” (Maha Menundukkan). Penggunaan kedua Asmaul Husna ini menggambarkan pengakuan mutlak akan kekuasaan Allah SWT yang telah menjaga Jam’iyyah NU selama satu abad hingga tetap kokoh dalam melayani umat dan bangsa.

Baca Juga :  Pilkati Karta Tanjung Selamat Terancam Ricuh, Forkopimda Tubaba Disorot Tak Kunjung Hadir

 

“Napak tilas ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan upaya batiniah untuk menyambungkan kembali sanad perjuangan dan spirit keikhlasan para muassis kepada generasi penerus di abad kedua nanti,” ungkap salah satu perwakilan Komite Dzurriyah Muassis.

 

Perjalanan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga Nahdliyin untuk terus memegang teguh nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. (*)

Penulis : Chu

Berita Terkait

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton

Berita Terbaru