TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id – Tim Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali bergerak melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) terpadu. Kali ini, tim menyasar tiga lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, yakni Dapur SPPG Yuan Tirta Kencana, Tirta Kencana, dan Kyeneta Kencana, Selasa (10/02/2026).
Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Satgas MBG, Heriyanto (Kadis PMPTSP), bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas PMD, serta Puskesmas.
Dalam tinjauannya, Heriyanto mengapresiasi tata kelola di ketiga SPPG tersebut yang dinilai sudah cukup baik, terutama pada aspek kebersihan dan operasional. Namun, ia menekankan pentingnya keseragaman standar (SOP) di seluruh dapur agar tidak terjadi ketimpangan kualitas (disparitas).
“Secara umum sudah bagus, termasuk pengelolaan lingkungan. Namun ada beberapa treatment yang kami sampaikan terkait pengelolaan limbah dan sampah. Kami ingin semua SPPG memiliki standar yang sama, misalnya kewajiban penggunaan penutup kepala bagi petugas dapur harus disiplin dilakukan demi keamanan penerima manfaat,” ujar Heriyanto.
Ada hal menarik dalam arahan Satgas kali ini. Menindaklanjuti dorongan Pj Bupati Tubaba, Satgas meminta seluruh SPPG mulai mengintegrasikan komoditas lokal dalam menu makanan.
“Bapak Bupati mendorong agar SPPG di seluruh Tubaba menggunakan daging kambing sebagai salah satu menu unggulan. Selain itu, kami pastikan seluruh rantai pasok bahan makanan harus terstandar dan terjamin, termasuk sertifikasi halalnya,” lanjutnya.
Terkait legalitas, Satgas mencatat dari 37 dapur MBG yang beroperasi di Tubaba, baru 14 SPPG yang mengantongi dokumen lengkap seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan NIB.
“Kami memberikan tenggang waktu 14 hari ke depan bagi pengelola untuk melengkapi seluruh dokumen perizinan. Jika tidak ada progres, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai ketentuan, termasuk opsi penghentian operasional. Hal ini krusial karena menyangkut keselamatan orang banyak,” tegas Heriyanto.
Heriyanto mengklaim bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan daerah pertama di Provinsi Lampung yang telah membentuk tim Satgas khusus untuk mengawal program SPPG secara mendalam.
“Masalah makanan tidak bisa dianggap enteng. Lalai sedikit bisa menimbulkan masalah besar. Kami mengantisipasi sejak dini agar kompetensi penjamah makanan benar-benar mendekati sempurna,” tutupnya.
Kegiatan Monev yang berlangsung lancar ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara Tim Satgas, relawan, dan mitra pelaksana sebagai bentuk sinergi dalam menyukseskan program nasional di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.
Penulis : Rody Sandra







