SITUBONDO, realitapublik.id – Pemerintah Kabupaten Situbondo resmi membuka posko pengaduan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya yang berada di kawasan konflik Timur Tengah, Kamis 5 Maret 2026, bertempat di depan Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berdampak langsung pada keamanan para pekerja di sana.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bermula dari aduan viral seorang PMI di Oman melalui media sosial TikTok yang meminta perlindungan agar bisa segera pulang ke tanah air.
“Hingga saat ini, sudah ada tiga pekerja migran yang melapor dan memohon untuk dipulangkan karena merasa terancam oleh situasi perang,” ujar Bupati Rio saat meninjau posko pengaduan di depan pendopo Kabupaten Situbondo.
Akses Pengaduan Online dan Offline
Untuk mempercepat pendataan, Bupati Rio memerintahkan Dinas Ketenagakerjaan membuka kanal pengaduan baik secara fisik maupun daring. Pemerintah daerah juga bergerak cepat menjalin koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Oman serta menjadwalkan pertemuan khusus dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Kesaksian Keluarga: ‘Suara Bom Terus Menerus’
Suasana haru mewarnai posko pengaduan saat Hosnia, warga Desa Seletreng, melaporkan kondisi adiknya, Sri Wahyuningsih (40), yang baru bekerja di Oman sejak Agustus 2025 dan kini ia terjebak di pengungsian di Oman.
“Hampir setiap hari adik saya telepon menangis ingin pulang. Katanya di sana tidak aman, suara bom terdengar terus-menerus,” tutur Hosnia seraya menyampaikan harapan adiknya (Sri) kepada pemerintah agar dapat mengevakuasinya demi bertemu kembali dengan kedua anaknya di Situbondo.
Pemkab Situbondo berkomitmen untuk terus mengawal proses diplomasi ini hingga seluruh warganya yang berada di zona merah dapat kembali dengan selamat.(*)
Pewarta: Abdul Hakim






