Eskalasi Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Tembus 100 USD, Akankah Harga BBM Naik per 1 April?

- Jurnalis

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi (Fery Eka spt Realita Publik)

Gambar Ilustrasi (Fery Eka spt Realita Publik)

SEMARANG, realitapublik.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang telah berlangsung hampir satu bulan mulai memberikan dampak nyata bagi ekonomi global. Blokade Selat Hormuz oleh pemerintah Iran memicu kekhawatiran serius terhadap pasokan minyak mentah dunia, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi distribusi kapal tanker internasional.

 

Indonesia, bersama negara-negara di Asia Tenggara lainnya, kini berada dalam posisi waspada terhadap dampak domino dari konflik tersebut, terutama terkait penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

 

Harga minyak mentah dunia dilaporkan telah melampaui angka 100 dolar AS per barel. Lonjakan ini tidak terlepas dari kebijakan Iran yang hanya mengizinkan negara-negara sekutunya melewati Selat Hormuz. Hal ini menyebabkan gangguan pasokan global yang signifikan.

Baca Juga :  Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat

 

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa dampak dari konflik kawasan tersebut diprediksi baru akan dirasakan sepenuhnya oleh Indonesia pada April 2026.

 

“Memang dampaknya itu akan bisa kita rasakan mulai April,” ujar Laode saat meninjau Kilang Pertamina RU VI Balongan, Kamis (12/3/2026) lalu.

 

Masyarakat kini tengah bersiap menyusul adanya kemungkinan pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM pada 1 April 2026 pukul 00.00 WIB. Mengacu pada pola sebelumnya, penyesuaian harga memang rutin dilakukan setiap tanggal 1 awal bulan berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Baca Juga :  LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan

 

Sebagai catatan, pada periode Februari-Maret 2026, sejumlah produk BBM non-subsidi telah mengalami kenaikan:

Pertamax: Rp11.800 ➔ Rp12.300 per liter.

Pertamax Turbo: Rp12.700 ➔ Rp13.100 per liter.

Dexlite: Rp13.250 ➔ Rp14.200 per liter.

Pertamina Dex: Rp13.500 ➔ Rp14.500 per liter.

 

Hingga berita ini diturunkan, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite masih tertahan di harga Rp10.000 dan Solar di Rp6.800 per liter.

 

Masyarakat diimbau untuk terus memantau laman resmi Pertamina guna mendapatkan informasi terkini mengenai harga di wilayah masing-masing. Belum ada kepastian apakah penyesuaian kali ini akan berujung pada kenaikan atau kebijakan lain untuk menstabilkan harga.

Baca Juga :  EVP Bantuan Hukum PLN 'Double Job' Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?

 

Namun, harapan besar muncul agar pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi. Bagi rakyat kecil, BBM subsidi adalah “detak jantung” ekonomi kerakyatan. Kenaikan pada sektor ini dikhawatirkan akan memicu inflasi dan mengganggu daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global.

 

Stabilitas harga, baik subsidi maupun non-subsidi yang tetap terjangkau, menjadi kunci agar ekonomi nasional tetap tangguh menghadapi badai geopolitik di Timur Tengah.

Penulis : Fery Eka spt

Editor : Chu

Berita Terkait

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan
21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis
Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat
Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya
Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK
KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 13 Perjalanan Kereta Daop 4 Semarang Dialihkan ke Jalur Utara
KKP: Program Strategi Nasional, Tambak Nila Tidak Memiskinkan Masyarakat 
EVP Bantuan Hukum PLN ‘Double Job’ Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 15:23 WIB

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan

Jumat, 10 April 2026 - 08:25 WIB

21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis

Kamis, 9 April 2026 - 12:15 WIB

Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat

Rabu, 8 April 2026 - 15:09 WIB

Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya

Rabu, 8 April 2026 - 14:54 WIB

Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK

Rabu, 8 April 2026 - 09:59 WIB

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 13 Perjalanan Kereta Daop 4 Semarang Dialihkan ke Jalur Utara

Rabu, 8 April 2026 - 08:55 WIB

KKP: Program Strategi Nasional, Tambak Nila Tidak Memiskinkan Masyarakat 

Selasa, 7 April 2026 - 16:22 WIB

EVP Bantuan Hukum PLN ‘Double Job’ Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?

Berita Terbaru