BATANG, realitapublik.id – Pemerintah Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat regional. Kabupaten Batang sukses menyabet penghargaan bergengsi dalam ajang Disway Top Regional Leader Awards 2026 untuk kategori Pertumbuhan Ekonomi Terbaik.
Pj. Bupati Batang, M. Faza Kurniawan, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang biasa-biasa saja tidak lagi cukup untuk menghadapi ketatnya persaingan antar-daerah di Jawa Tengah. Oleh karena itu, jajaran pemerintah daerah berkomitmen mengambil langkah strategis yang agresif.
“Kalau kita mau melompat, ya lompatannya harus ada di pertumbuhan ekonomi,” ujar M. Faza Kurniawan pada Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Batang, Jumat (12/6/2026).
Strategi agresif yang diterapkan oleh Pemkab Batang terbukti membuahkan hasil signifikan. Berdasarkan data makro ekonomi terbaru, Kabupaten Batang sukses mencatatkan lonjakan pertumbuhan ekonomi yang fantastis hingga mencapai angka 7,79 persen pada tahun berjalan.
Angka tersebut melesat jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah yang berada di angka 5,37 persen, maupun pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen.
Seiring dengan meroketnya performa ekonomi daerah, tata kelola keuangan Pemkab Batang juga menunjukkan performa yang sangat sehat. Di hadapan rapat paripurna legislatif, Bupati menyampaikan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Capaian ini menjadi raihan opini WTP yang kesepuluh kalinya secara berturut-turut bagi Kabupaten Batang.
Sinergi antara tata kelola keuangan yang bersih dan iklim usaha yang kondusif terbukti menjadi magnet kuat bagi para investor. Sepanjang setahun terakhir, nilai investasi yang masuk ke wilayah Batang melonjak tajam dari Rp5 triliun menjadi Rp7 triliun.
Kendati arus modal asing dan domestik mengalir deras, Pemkab Batang memastikan bahwa pembangunan industri tersebut harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas, bukan sekadar menjadi deretan gedung pabrik megah. Pemerintah daerah langsung mengunci para investor melalui regulasi ketat yang mewajibkan perusahaan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.
Salah satu implementasi konkretnya dirasakan melalui program unggulan DAKER (Dapat Kerja). Lewat program pelatihan vokasi yang terarah ini, sebanyak 2.117 tenaga kerja lokal yang telah tersertifikasi berhasil diserap oleh berbagai sektor dunia industri hingga periode akhir tahun 2025.
Ke depan, Pemkab Batang berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan publik di seluruh dinas dan instansi vertikal demi menjaga keberlanjutan tren positif ekonomi dan pembangunan daerah. (*)
Penulis : Fery Eka spt






