Proyek Irigasi P3TGAI di Desa Bandar Sakti Dinilai Asal Jadi, Ketua P3A Diduga Hindari Konfirmasi Media

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

LAMPUNG UTARA, realitapublik.id — Pembangunan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Bandar Sakti, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara, memicu sorotan publik. Pengerjaan proyek peningkatan jaringan irigasi senilai Rp195.000.000 bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut dinilai dikerjakan asal-asalan dan mengabaikan standar kualitas serta keselamatan kerja.

 

Berdasarkan hasil investigasi lapangan tim media realitapublik.id, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sido Makmur ini. Selain ditemukan material paving block yang retak dan pecah tetap dipasangkan, para pekerja di lokasi juga kedapatan tidak menerapkan standar Alat Pelindung Diri (APD/safety), padahal kewajiban penggunaan K3 telah tercantum dalam papan informasi proyek.

Baca Juga :  Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

 

Saat dimintai keterangan di lokasi, salah seorang pekerja menyebutkan bahwa estimasi panjang saluran irigasi yang dikerjakan berkisar 400 meter. Pekerja tersebut menyarankan agar konfirmasi teknis lebih lanjut disampaikan langsung kepada ketua pelaksana. “Kalau mau lebih jelas, langsung konfirmasi saja ke Pak Jumari, kakak dari Pak Kades Bandar Sakti,” ujar salah satu pekerja.

 

Menanggapi pemberitaan awal mengenai kualitas pengerjaan, Kepala Desa Bandar Sakti, memberikan tanggapannya. Ia menyatakan telah turun langsung ke lokasi proyek bersama pendamping dari Balai Besar untuk melakukan pengecekan.

 

“Saya dan pendamping sudah turun ke lokasi. Sebenarnya material yang dipasang itu bukan barang rusak,” jelas Kades saat dikonfirmasi pada Jumat (7/8/2026).

Baca Juga :  Pimpinan DPR Berjanji Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Sebelum 15 Desember 2026

 

Ia menegaskan bahwa kapasitas Pemerintah Desa hanya sebatas memberikan pemberitahuan dan persetujuan administrasi, bukan sebagai pelaksana teknis proyek. Menurutnya, program P3TGAI dikelola langsung oleh kelompok tani penerima manfaat dengan pengawasan dari pendamping balai.

 

“P3TGAI ini bukan pengerjaan oleh PT, melainkan swakelola masyarakat. Jangan sekali-kali mengambil keuntungan dari proyek pemerintah ini,” tambahnya.

 

Namun, ketika ditanyakan mengenai tanggal pasti pelaksanaan peninjauan lapangan tersebut, baik Kepala Desa maupun pihak pendamping balai mengaku lupa detail waktunya lantaran padatnya agenda kegiatan.

 

Upaya konfirmasi lebih lanjut kepada Ketua P3A Sido Makmur, Jumari yang juga menjabat sebagai Ketua BPD Desa Bandar Sakti menemui jalan buntu. Pesan singkat maupun panggilan telepon melalui aplikasi pesan WhatsApp yang dilayangkan awak media tidak mendapat jawaban.

Baca Juga :  Baku Tembak di Pesta Organ Tunggal Muara Jaya: 3 Polisi Terluka, Terduga Bandar Narkoba Tewas

 

Tak berhenti di situ, awak media mencoba menghubungi nomor rekan kerja proyek di lokasi. Ketika sambungan telepon terhubung, Jumari sempat mengangkatnya. Namun, saat ditanyakan keberadaannya untuk konfirmasi berita, Jumari mengaku sedang berada di Polsek/DM, lalu mematikan sambungan telepon secara sepihak. Saat awak media melakukan pengecekan ulang kepada rekan di lokasi yang dimaksud, keberadaan yang bersangkutan ternyata tidak ditemukan.

 

Hingga berita ini ditayangkan, Jumari selaku penanggung jawab kegiatan P3A Sido Makmur belum memberikan penjelasan atau klarifikasi resmi terkait dugaan pelanggaran spesifikasi teknis dan pengabaian APD K3 pada proyek irigasi tersebut.

Penulis : Rody Sandra

Editor : Red

Berita Terkait

Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi
Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster
Pedagang Buah Pasuruan Geruduk Ketua DPRD: Omzet Anjlok Pasca-Relokasi, Wali Kota Dituntut Turun Tangan
Heboh ! Penemuan Emas di Sungai Comal Pemalang, Warga Luar Desa Ramai Berbondong-bondong Mendulang
Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Perkokoh Sinergi Pelayanan, Pemkab Tubaba Gelar Sertijab dan Pisah Sambut Camat Pagar Dewa
RSUD Grati Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis, Manfaatkan Teknologi 3D ABUS
Sembunyi di Tempat Cucian Mobil, Terduga Pencuri Vario di Jalan Soekarno-Hatta Kotabumi Akhirnya Digulung Petugas
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:19 WIB

Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 22:39 WIB

Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster

Jumat, 11 September 2026 - 21:23 WIB

Pedagang Buah Pasuruan Geruduk Ketua DPRD: Omzet Anjlok Pasca-Relokasi, Wali Kota Dituntut Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WIB

Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Jumat, 11 September 2026 - 07:32 WIB

Perkokoh Sinergi Pelayanan, Pemkab Tubaba Gelar Sertijab dan Pisah Sambut Camat Pagar Dewa

Kamis, 10 September 2026 - 20:42 WIB

RSUD Grati Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis, Manfaatkan Teknologi 3D ABUS

Kamis, 10 September 2026 - 15:04 WIB

Sembunyi di Tempat Cucian Mobil, Terduga Pencuri Vario di Jalan Soekarno-Hatta Kotabumi Akhirnya Digulung Petugas

Kamis, 10 September 2026 - 12:21 WIB

Revitalisasi Gedung SDN 2 Gunung Malang Suboh Intensif Dikerjakan, Target Rampung November

Berita Terbaru