PASURUAN, realitapublik.id — Di balik dinamika awal tahun ajaran, Sekolah Rakyat Jatim 3 Pasuruan yang berlokasi di Jalan Erlangga Selatan, Purworejo, Kota Pasuruan, terus memantapkan langkahnya dalam menempa generasi muda. Kepala Sekolah Rakyat Jatim 3, Yuli Prihatini, S.Pd., memberikan penjelasan komprehensif mengenai kebijakan pembentukan karakter siswa, keterbukaan data kepesertaan, hingga melimpahnya dukungan fasilitas pemerintah yang diterima oleh para peserta didik.
Menjalani kehidupan berasrama bukanlah perkara mudah bagi anak-anak yang terbiasa dengan kebebasan di rumah. Yuli Prihatini mengungkapkan, fase awal di asrama selalu diwarnai oleh dinamika adaptasi. Para siswa diajak beradaptasi dengan ritme kehidupan baru yang tertata rapi—mulai dari melatih kedisiplinan bangun tepat pukul 04.00 pagi, mengikuti apel harian, beribadah salat berjamaah, hingga membiasakan diri menjaga kebersihan secara mandiri.
”Pada awalnya memang ada tantangan penyesuaian. Kerinduan yang mendalam terhadap suasana rumah (homesick) kerap menghampiri, terutama seusai momen kunjungan berkala orang tua yang dijadwalkan sebulan sekali,” tutur Yuli.
Rasa rindu dan godaan jajanan di luar area sekolah kerap menjadi alasan psikologis bagi beberapa anak untuk mencoba keluar dari lingkungan asrama. Namun, sekolah bertindak bijak dan terukur. Demi menjaga pola hidup sehat dan kedisiplinan.
Kendala teknis seperti tumpukan kayu di dekat pagar asrama baru yang sempat dimanfaatkan anak-anak untuk melompati area sekolah pun telah diantisipasi.
Pengurus asrama merangkul para siswa yang sempat keluar karena rindu rumah dengan pendekatan yang humanis dan persuasif, hingga mereka bersedia kembali menimba ilmu dengan lapang dada.
Dalam kesempatan tersebut, Yuli menegaskan pentingnya transparansi pengelolaan siswa. Saat ini, Sekolah Rakyat Jatim 3 menampung sebanyak 309 siswa, di mana 270 siswa di antaranya merupakan peserta didik baru tahun ajaran berjalan, dan 48 siswa terdaftar pada jenjang pendidikan dasar (SD).
Mengenai mobilitas siswa, pihak sekolah mencatat adanya 11 anak yang memilih untuk mengundurkan diri atau berpindah sekolah. Rinciannya, 8 anak mundur sejak masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) karena diterima di sekolah lain atau keraguan orang tua, serta 3 anak dari kelompok yang sempat mengundurkan diri di jenjang SMP.
”Kami tidak menghambat hak pendidikan anak. Kepindahan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Ketiga anak tersebut kini telah mendapatkan sekolah baru, baik melalui usaha mandiri maupun atas fasilitasi penuh dari pihak sekolah dan dinas terkait,” ujar Yuli.
Ke depan, kapasitas sekolah akan terus diperkuat. Terdata rencana penambahan 17 siswa baru yang sedang dikoordinasikan bersama Dinas Sosial, serta 2 siswa dari program khusus Anak Usia Tidak Sekolah (ATS) Dinas Pendidikan Kota Pasuruan. Dari seluruh data tersebut disinkronkan secara ketat ke dalam sistem Dapodik, didukung SK Wali Kota, serta berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN/DTKS) demi memastikan bantuan tepat sasaran tanpa pendaftaran mandiri jalur umum.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mengangkat derajat pendidikan, setiap siswa di Sekolah Rakyat Jatim 3 dimanjakan dengan dukungan fasilitas penunjang yang sangat lengkap. Seluruh perlengkapan sekolah—mulai dari seragam, sepatu, hingga alat tulis—diberikan secara cuma-cuma.
Menariknya, para siswa juga dibekali perangkat laptop untuk menunjang pembelajaran berbasis digital. Hak atas fasilitas ini benar-benar dilindungi; saat siswa menyelesaikan pendidikannya di jenjang SMA kelak, unit laptop yang terdaftar atas nama pribadi mereka akan menjadi hak milik penuh dan tidak akan ditarik kembali oleh pihak sekolah.
Tak hanya urusan akademis, aspek kesejahteraan fisik dan mental siswa turut menjadi prioritas utama:
* Layanan Kesehatan 24 Jam: Tersedia ruang perawat terpadu di samping Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang disiagakan oleh perawat medis pusat. Pemeriksaan rutin dilakukan untuk mengantisipasi penurunan daya tahan tubuh akibat perubahan cuaca.
* Jaringan Rujukan Medis: Penanganan medis ringan langsung ditangani dengan obat-obatan mitra puskesmas. Sementara untuk kondisi yang membutuhkan perawatan intensif, pihak sekolah siap merujuk siswa ke Puskesmas Kenjeran.
* Armada Operasional Khusus: Satu unit mobil Daihatsu disiagakan penuh untuk keperluan darurat medis, fasilitas antar-jemput anak berkebutuhan khusus, hingga mobilitas kegiatan lomba.
Harmonisasi kehidupan asrama di Sekolah Rakyat Jatim 3 juga mengadopsi budaya pesantren melalui tradisi “Pesiar”. Pada momen libur semester atau liburan tahunan sesuai kalender pendidikan, para siswa akan diantar pulang ke kampung halaman masing-masing dengan mengenakan seragam khusus pesiar.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan perhatian istimewa berupa pemberian uang saku khusus bagi para siswa selama menikmati masa libur bersama keluarga.
Melalui perpaduan disiplin pembentukan karakter, jaminan fasilitas berstandar tinggi, dan pendekatan pengasuhan berlandaskan kasih sayang, Sekolah Rakyat Jatim 3 Pasuruan terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (*)
Penulis : Son
Editor : Red






