Labuhanbatu|Realitapublik.id – Isu dugaan penyelewengan Dana Desa kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam diarahkan ke Desa Sennah, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, yang disebut-sebut mengalami krisis transparansi anggaran sejak tahun 2018.
Menyikapi hal itu, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Desa Sennah (AMM-DS) menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 22 September 2025, di Kantor Kepala Desa Sennah. Aksi ini mengusung tajuk “Desa Sennah Darurat Korupsi” dan akan melibatkan sekitar 500 massa.
Kristian Silalahi, koordinator aksi sekaligus tokoh masyarakat Desa Sennah, menegaskan bahwa aksi demo akan digelar tiga hari lagi. “Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan kami atas dugaan praktik korupsi yang terjadi secara sistematis dan berlarut,” kata Kristian saat ditemui tim Realitapublik.id di salah satu kedai kopi di Rantauprapat, Jumat (19/09/2025).
Menurut Kristian, dalam penggunaan Dana Desa, sudah bertahun tahun terjadi ketidaktransparanan kepada masyarakat Desa Sennah.
“Kami sudah cukup bersabar. Penggunaan Dana Desa sejak 2018 hingga 2024 tidak ada transparansi kepada masyarakat. Seolah-olah dana itu milik pribadi, bukan milik rakyat,” ujar Kristian.
Lebih lanjut, Kristian mengungkap bahwa masyarakat telah kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah desa akibat tidak adanya laporan realisasi anggaran, minimnya partisipasi publik dalam perencanaan, dan indikasi kuat penyimpangan penggunaan dana.
“Aksi pada Senin nanti, bukan semata-mata bentuk protes. Tapi bentuk kepedulian kami terhadap nasib desa. Kami ingin desa kami bersih dari praktik kotor dan kembali dikelola dengan amanah,” kata Kristian secara tegas.
Kristian menyerukan kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan dan membentuk Tim Khusus (Timsus) guna melakukan penyelidikan dan audit terhadap seluruh penggunaan Dana Desa sejak 2018.
“Kami mendesak kepolisian dan kejaksaan membentuk tim investigasi. Ini penting demi tegaknya hukum dan sejalan dengan komitmen Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, dalam memberantas korupsi hingga ke akar rumput,” kata Kristian menambahkan.
Sementara menurut Firman Sinaga sebagai kordinator lapangan, bahwa aksi unjuk rasa yang akan digelar menuai dukungan luas dari warga dan sejumlah organisasi pemuda. Mereka berharap gerakan ini menjadi awal dari perubahan menuju tata kelola desa yang bersih, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta mengajak seluruh masyarakat Desa Sennah untuk dapat bersama-sama turun di kantor Kepala Desa Sennah.(*)
Penulis: Jepril Harefa
Editor : Abdul Hakim






