Demo di Desa Sennah Bikin Geger Labuhanbatu, Penggunaan Dana Desa 2018-2024?

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Kepala Desa Sennah saat didemo oleh masyarakat terkait dugaan korupsi Dana Desa. (Foto: Jepril Harefa/realitapublik.id)

i

Kantor Kepala Desa Sennah saat didemo oleh masyarakat terkait dugaan korupsi Dana Desa. (Foto: Jepril Harefa/realitapublik.id)

Labuhanbatu|realitapublik.id – Masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, digegerkan dengan kabar aksi unjuk rasa oleh ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Desa Sennah (AMM-DS), di halaman kantor Kepala Desa Sennah, pada Senin, 23 September 2025.

 

Menurut keterangan pimpinan aksi unjuk rasa, Kristian Silalahi, bahwa aksi damai AMM-DS di halaman kantor Kepala Desa Sennah, menyangkut dugaan penyelewengan dan ketidaktransparanan dalam penggunaan Dana Desa (DD) mulai 2018 hingga 2024.

 

Menyikapi hal itu, ada beberapa tuntutan yang disuarakan mahasiswa bersama warga yang tergabung AMM-DS kepada Kepala Desa Sennah.

Baca Juga :  Kunjungi Exit Tol Situbondo, Wapres Gibran Pacu Percepatan Investasi Koridor Jatim

 

Adapun tuntutan massa aksi yang tergabung AMM-DS kepada Kepala Desa Sennah, yakni :

1. Memberikan laporan realisasi anggaran Dana Desa secara transparan terhitung tahun Anggaran 2018-2024:

2. Mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa;

3. Mengelola desa dengan amanah dan bersih dari praktik korupsi.

 

Namun satu dari beberapa tuntutan AMM-DS, Kepala Desa Sennah, Horas Lumbang Gaol menolak memberikan soft copy LPJ APBDes dan menyampaikan kepada AMM-DS untuk meminta secara langsung kepada inspektorat.

 

Terjadi peristiwa saat AMM-DS gelar aksi damai 

Baca Juga :  Bongkar Skandal BAP di Persidangan, Terdakwa Kasus Narkoba Sintetis Pekalongan Mengaku Diiming-imingi Rp50 Juta

 

Ketika aksi damai AMM-DS berlangsung, terjadi peristiwa yang cukup menegangkan. Sekelompok orang yang diduga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) bersama sejumlah perangkat desa, melakukan aksi penolakan terhadap aksi damai yang dilakukan AMM-DS.

 

Dalam aksi penolakannya, sekelompok orang itu membawa spanduk dan sound system besar.

 

“Situasi menjadi tegang ketika sejumlah perangkat desa dan kelompok masyarakat yang diduga penerima PKH melakukan aksi penolakan dengan membawa spanduk dan sound system besar,” ujar Kristian Silalahi.

 

“Tindakan tersebut kami anggap sebagai upaya menghalangi kebebasan berekspresi dan berunjuk rasa. Untuk itu kami berencana akan melaporkan kejadian ke pihak berwajib,” kata Kristian Silalahi menambahkan.

Baca Juga :  Perkuat Tata Kelola Daerah, Lemhannas RI Gembleng 25 Kepala Daerah di Jakarta hingga Singapura

 

Mirisnya, muncul kabar bahwa sekelompok orang yang melakukan perlawanan sebagai bentuk penolakan terhadap aksi damai AMM-DS, diduga terima bayaran sebesar Rp 100.000 per orang sebelum aksi.

 

Dalam hal ini, Kapolsek Bilah Hilir, A. Sitompul, menyatakan bahwa pihak kepolisian akan menyelidiki dan menindaklanjuti laporan yang masuk.

 

Pihak kepolisian juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pengamanan aksi unjuk rasa.(*)

Penulis : Jepril Harefa

Berita Terkait

Kawal Pilkati Serentak 2026, Tim Sub Kecamatan Tumijajar Monitoring Lima Tiyuh
Satu Dekade Lebih Menanti, Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Warga Pasuruan Sukseskan Nobar di Yonzipur 10
LSM HARIMAU Bakal Bangun RS Harapan Rakyat Indonesia Maju di Banjarnegara, Fokus Pelayanan Masyarakat Kecil
Abaikan Palang Pintu, Seorang Warga Batang Tewas Tertemper Kereta Api Kamandaka
Tulus Majukan Tiyuh Marga Asri, Susilo Widodo Mantap Mantapkan Diri Maju Pilkati
Polres Pekalongan Kota Ungkap Motif Penusukan Maut di Kuripan Kertoharjo, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara
23 PCNU Jawa Tengah Usung Gus Yusuf Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35
Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia
Berita ini 70 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:39 WIB

Kawal Pilkati Serentak 2026, Tim Sub Kecamatan Tumijajar Monitoring Lima Tiyuh

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:18 WIB

Satu Dekade Lebih Menanti, Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Warga Pasuruan Sukseskan Nobar di Yonzipur 10

Senin, 20 Juli 2026 - 18:06 WIB

LSM HARIMAU Bakal Bangun RS Harapan Rakyat Indonesia Maju di Banjarnegara, Fokus Pelayanan Masyarakat Kecil

Senin, 20 Juli 2026 - 17:27 WIB

Abaikan Palang Pintu, Seorang Warga Batang Tewas Tertemper Kereta Api Kamandaka

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Tulus Majukan Tiyuh Marga Asri, Susilo Widodo Mantap Mantapkan Diri Maju Pilkati

Senin, 20 Juli 2026 - 16:38 WIB

Polres Pekalongan Kota Ungkap Motif Penusukan Maut di Kuripan Kertoharjo, Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Senin, 20 Juli 2026 - 11:05 WIB

23 PCNU Jawa Tengah Usung Gus Yusuf Maju Calon Ketum PBNU di Muktamar ke-35

Minggu, 19 Juli 2026 - 21:20 WIB

Haul Masyayikh Nusantara di Situbondo: Dihadiri Ulama Nasional Hingga Jemaah Malaysia

Berita Terbaru