Pertama Kali dalam Sejarah, 10 Marga Pesisir Barat Bakal Unjuk Gigi di Festival Nyambai 2026

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESISIR BARAT – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-81, Yayasan Lamban Lembah Pesawaran berkolaborasi dengan Desa Wisata Budaya “Bumi Lebu” Kabupaten Pesisir Barat siap menggelar Festival Nyambai 2026.

Perhelatan budaya ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada 14–15 Agustus 2026 mendatang. Festival ini akan menampilkan kekayaan tradisi dari 10 marga yang ada di Pesisir Barat, meliputi marga Tenumbang, Ngambur, Ngaras, Bengkunat, Way Napal, Pedada, Way Sindi, Pugung Tampak, Pugung Penengahan, dan Pugung Malaya.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Provinsi Lampung bersama jajaran pejabat Pemkab Pesisir Barat dijadwalkan hadir untuk membuka festival ini secara resmi pada Jumat (14/8) pukul 19.00 WIB.

Ketua Panitia Festival Nyambai, Novri Rahman, M.Pd., yang juga merupakan dosen UIN Raden Intan, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk menyatukan keberagaman tradisi nyambai di Pesisir Barat ke dalam satu panggung megah.

Baca Juga :  Jalan di Temiyang Mulus, Warga Ucapkan Terima Kasih kepada Bupati Lucky Hakim

“Ini adalah langkah konkret untuk melestarikan serta mengembangkan kebudayaan lokal. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi motor penggerak untuk mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Novri, Selasa (11/8).

Sebagai informasi, Nyambai telah resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian Kebudayaan melalui SK Nomor 260/M/2017 pada tahun 2017 lalu, yang masuk dalam domain Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan.

Apresiasi besar juga datang dari founder Desa Wisata Budaya Bumi Lebu, Richard. Ia menyatakan bahwa program inisiasi Lamban Lembah ini sangat selaras dengan visi misi desanya.

“Secara prinsip, kegiatan ini sejalan dengan misi kami di Desa Budaya Bumi Lebu dalam hal pelestarian dan pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan. Terutama untuk tradisi nyambai, yang selama ini biasanya hanya bisa kita saksikan saat momen upacara adat (tayuhan) marga saja,” ungkap Richard.

Baca Juga :  BGN Usut 5.355 SPPG Diduga Melanggar Usai Terima Data Kertas Kerja Audit Kejagung

Richard menambahkan, ini merupakan pertama kalinya tradisi nyambai di Pesisir Barat diangkat ke dalam sebuah festival resmi. Acara ini akan menampilkan prosesi tradisi secara utuh dalam sebuah pertunjukan yang diwakili oleh 10 Sai Batin Marga se-Pesisir Barat.

Tidak hanya fokus pada seni dan budaya, festival ini juga turut menggerakkan roda perekonomian lokal dengan melibatkan sejumlah pelaku UMKM lokal Pesisir Barat. Bahkan, beberapa pelaku UMKM dari luar daerah seperti Kota Bandar Lampung juga dipastikan ikut berpartisipasi.

Antusiasme masyarakat menyambut festival ini sangat positif. Banyak calon penonton dari berbagai lapisan masyarakat di luar Pesisir Barat yang telah mengonfirmasi kehadiran mereka untuk menyaksikan perhelatan akbar ini.

Baca Juga :  Niat Baik Berujung Musibah, Dua Remaja Diserang Pria Diduga ODGJ

Bumi Lebu sendiri berlokasi di Pekon Negeri Ratu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Destinasi ini baru saja ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung sebagai salah satu Desa Wisata Berbudaya di Provinsi Lampung.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lamban Lembah, Arman AZ, berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi budaya bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pemantik (stimulus) bagi penyelenggaraan festival-festival nyambai berikutnya di masa depan.

Bagi masyarakat yang berencana hadir menyaksikan festival ini, panitia mengimbau untuk mematuhi ketentuan pakaian (dress code) yang berlaku.

Pengunjung pria diharapkan berpakaian rapi, mengenakan kain sarung gantung, dan berpeci. Sedangkan untuk pengunjung wanita, diwajibkan berpakaian bebas, sopan, dan mengenakan sinjang (kain tapis/sarung khas Lampung).(*)

Penulis : Rodi Sandra

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Lewat Program “Peduli Kasih”, DPD Golkar Tubaba Hadir Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran
Kantongi SHGB Sah, PT PMC Klarifikasi Sengketa Lahan di Tamansari Bogor
Atasi Kendala Nelayan, Pemkab Batang Rencanakan Pengadaan Kapal Keruk Baru di APBD-P 2026
Anjloknya Harga Telur, Ratusan Peternak di Batang Gelar Aksi Damai dan Bagikan 500 Ayam
Cara Mengubah Desil DTSEN Agar Bansos BPNT, PKH, PIP, dan Beras 10 Kg Cair Agustus 2026
Polda Aceh Bongkar Jaringan Narkotika Modus Vape, 50 Ribu Ekstasi dan Sabu Disita
Niat Tulus Majukan Desa, Jiono Resmi Calonkan Diri Sebagai Kepala Tiyuh Daya Sakti
Proyek Irigasi P3TGAI di Desa Bandar Sakti Dinilai Asal Jadi, Ketua P3A Diduga Hindari Konfirmasi Media
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Lewat Program “Peduli Kasih”, DPD Golkar Tubaba Hadir Beri Bantuan untuk Korban Kebakaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Kantongi SHGB Sah, PT PMC Klarifikasi Sengketa Lahan di Tamansari Bogor

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Pertama Kali dalam Sejarah, 10 Marga Pesisir Barat Bakal Unjuk Gigi di Festival Nyambai 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Atasi Kendala Nelayan, Pemkab Batang Rencanakan Pengadaan Kapal Keruk Baru di APBD-P 2026

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Anjloknya Harga Telur, Ratusan Peternak di Batang Gelar Aksi Damai dan Bagikan 500 Ayam

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Polda Aceh Bongkar Jaringan Narkotika Modus Vape, 50 Ribu Ekstasi dan Sabu Disita

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Niat Tulus Majukan Desa, Jiono Resmi Calonkan Diri Sebagai Kepala Tiyuh Daya Sakti

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Proyek Irigasi P3TGAI di Desa Bandar Sakti Dinilai Asal Jadi, Ketua P3A Diduga Hindari Konfirmasi Media

Berita Terbaru