Anjloknya Harga Telur, Ratusan Peternak di Batang Gelar Aksi Damai dan Bagikan 500 Ayam

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

BATANG, realitapublik.id — Ratusan peternak dan pekerja peternakan ayam petelur yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Sektor Batang menggelar aksi damai di depan Kompleks Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jalan Veteran, Senin (10/8/2026). Aksi ini digelar guna menyampaikan jeritan hati serta sejumlah tuntutan mendesak terkait kelangsungan usaha peternakan rakyat.

 

Sebagai bentuk penegasan atas kondisi sulit yang mereka alami, massa aksi turut membagikan kurang lebih 500 ekor ayam hidup secara gratis kepada warga sekitar. Pembagian ayam tersebut menjadi simbol keterpurukan para peternak akibat harga jual telur di tingkat kandang yang terus merosot jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) penetapan pemerintah.

 

Baca Juga :  Revitalisasi Gedung SDN 2 Gunung Malang Suboh Intensif Dikerjakan, Target Rampung November

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada Pemkab Batang maupun pemerintah pusat, yaitu:

Turunkan Harga Pakan: Mengintervensi dan menekan tingginya harga pakan ternak di pasaran.

Stabilkan Harga Telur: Menjamin penyerapan dan kestabilan harga telur sesuai dengan ketetapan HAP.

Hapus Monopoli Bahan Baku: Menghapus praktik monopoli pada impor bahan baku pakan ternak.

Jamin Ketersediaan Jagung: Memastikan pasokan jagung bagi peternak tersedia secara konsisten sesuai HAP.

Bentuk Kementerian Peternakan: Mendorong pembentukan kementerian khusus yang fokus menangani sektor peternakan secara komprehensif.

 

Ketua KPUS Sektor Batang, Joko Pramono, menegaskan bahwa kondisi peternak saat ini sudah berada di titik kritis. Beban operasional tak lagi seimbang dengan pendapatan yang diperoleh.

Baca Juga : 

 

“Kami mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga pakan. Pakan merupakan komponen terbesar dan paling vital dalam menentukan biaya produksi kami,” ujar Joko di sela-sela aksi.

 

Joko membeberkan, saat ini harga jual telur ayam ras di tingkat peternak berada di kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Padahal, HAP telur ayam ras tingkat peternak yang ideal mencapai Rp26.500 per kilogram. Kondisi ini membuat peternak harus menanggung kerugian atau selisih harga berkisar Rp5.500 hingga Rp7.500 per kilogram.

 

Tekanan ekonomi ini, lanjut Joko, bukan baru terjadi dalam hitungan hari, melainkan sudah berlangsung berlarut-larut selama empat bulan terakhir.

Baca Juga :  Darurat Kebakaran Hutan, BBKSDA Jatim Tutup Total Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang

 

“Ibaratnya, selama empat bulan ini peternak lokal yang mensubsidi protein murah untuk masyarakat Indonesia dengan mengorbankan modal sendiri,” tegasnya.

 

Selain jatuhnya harga jual telur, meroketnya harga bahan baku pakan utama seperti jagung yang bertahan di atas HAP kian memprosit sisa modal usaha mereka. Para peternak terjebak dalam dilema serba salah: harus tetap menjual telur demi menjaga perputaran arus kas, atau membiarkan usahanya gulung tikar.

 

Melalui aksi damai ini, para peternak berharap Pemkab Batang beserta instansi terkait dapat merespons cepat dan mengawal tuntutan ini ke tingkat pemerintah pusat demi menyelamatkan iklim usaha peternakan rakyat. (*)

Berita Terkait

Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi
Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster
Pedagang Buah Pasuruan Geruduk Ketua DPRD: Omzet Anjlok Pasca-Relokasi, Wali Kota Dituntut Turun Tangan
Heboh ! Penemuan Emas di Sungai Comal Pemalang, Warga Luar Desa Ramai Berbondong-bondong Mendulang
Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H
Perkokoh Sinergi Pelayanan, Pemkab Tubaba Gelar Sertijab dan Pisah Sambut Camat Pagar Dewa
RSUD Grati Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis, Manfaatkan Teknologi 3D ABUS
Sembunyi di Tempat Cucian Mobil, Terduga Pencuri Vario di Jalan Soekarno-Hatta Kotabumi Akhirnya Digulung Petugas
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 10:19 WIB

Penjual Sosis Korban Pengeroyokan di SKNC Resmi Lapor Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 22:39 WIB

Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster

Jumat, 11 September 2026 - 21:23 WIB

Pedagang Buah Pasuruan Geruduk Ketua DPRD: Omzet Anjlok Pasca-Relokasi, Wali Kota Dituntut Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 09:47 WIB

Meneladani Akhlak Rasulullah, Kecamatan Suboh Raih Keberkahan Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H

Jumat, 11 September 2026 - 07:32 WIB

Perkokoh Sinergi Pelayanan, Pemkab Tubaba Gelar Sertijab dan Pisah Sambut Camat Pagar Dewa

Kamis, 10 September 2026 - 20:42 WIB

RSUD Grati Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis, Manfaatkan Teknologi 3D ABUS

Kamis, 10 September 2026 - 15:04 WIB

Sembunyi di Tempat Cucian Mobil, Terduga Pencuri Vario di Jalan Soekarno-Hatta Kotabumi Akhirnya Digulung Petugas

Kamis, 10 September 2026 - 12:21 WIB

Revitalisasi Gedung SDN 2 Gunung Malang Suboh Intensif Dikerjakan, Target Rampung November

Berita Terbaru