Klarifikasi Kepala SMPN 11 Pekalongan: Insiden Antarsiswa Murni Perkelahian, Kini Berakhir Damai

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

KOTA PEKALONGAN, realitapublik.id — Menanggapi beredarnya isu dugaan tindakan kekerasan di lingkungan sekolah, Kepala SMPN 11 Kota Pekalongan, Nurlaely Herawati, memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa insiden yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB merupakan perkelahian antara dua orang siswa, bukan aksi pengeroyokan.

 

Peristiwa tersebut terjadi di sela-sela rangkaian kegiatan lomba peringatan HUT ke-81 RI di sekolah.

 

“Memang betul ada perkelahian di SMPN 11 Kota Pekalongan yang melibatkan dua siswa. Pemicunya, salah satu siswa mengucapkan kata-kata yang memancing emosi siswa lainnya,” jelas Nurlaely Herawati saat memberikan keterangan, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga :  Diduga Memicu Keracunan Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang, Operasional SPPG Karangturi Dihentikan Sementara

 

Lantaran merasa tersinggung oleh ucapan tersebut, salah satu siswa lantas memukul bagian pipi temannya hingga mengalami luka memar ringan.

 

“Siswa yang terkena pukulan langsung menuju UKS untuk mendapatkan penanganan awal. Pihak sekolah kemudian bergerak cepat mengantarkan yang bersangkutan ke Puskesmas serta menghubungi orang tua dari kedua belah pihak,” lanjutnya.

 

Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Merespons kejadian tersebut, pihak sekolah segera memfasilitasi proses mediasi. Pada Rabu (20/8/2026), sekolah menggelar pertemuan kekeluargaan yang dihadiri orang tua kedua siswa, perwakilan Kelurahan Medono, serta Bhabinkamtibmas setempat.

 

“Alhamdulillah, permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dengan disaksikan pihak Kelurahan Medono dan Bhabinkamtibmas, kedua belah pihak sepakat berdamai dan menandatangani surat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut,” ungkap Nurlaely.

Baca Juga :  Gedung Rusak dan Atap Bocor, SDN 7 Tumijajar Desak Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah

 

Selain mediasi formal, pihak sekolah juga mengarahkan keluarga siswa pemukul untuk datang bersilaturahmi secara langsung ke rumah korban sebagai bentuk iktikad baik. Pihak keluarga korban pun telah menerima permohonan maaf tersebut dengan lapang dada.

 

Nurlaely menekankan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran berharga bagi seluruh warga sekolah.

“Harapan kami, ada hikmah dari kejadian ini. Peristiwa ini murni dipicu perselisihan lisan yang memicu emosi, bukan aksi pengeroyokan,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduga 10 Tahun Cemari Lingkungan, Pabrik Plastik di Atas Lahan KUD Margo Agung Dilaporkan Warga

 

“Saya selaku kepala sekolah menegaskan bahwa tindakan memukul maupun mengucapkan kata-kata yang tidak sopan sama-sama merupakan pelanggaran. Harapannya, hal seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang,” tambah Nurlaely.

 

Guna mencegah kejadian serupa, SMPN 11 Kota Pekalongan berkomitmen untuk memperketat pembinaan karakter serta mengedukasi para siswa mengenai pentingnya etika berkomunikasi.

 

Langkah sigap dan responsif dari pihak sekolah bersama aparat kewilayahan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat, sehingga potensi konflik yang lebih luas dapat diredam dan suasana belajar-mengajar tetap kondusif. (*Fery Eka spt)

Penulis : Fery

Berita Terkait

Diduga Buntut Pelayanan Buruk, Insiden Kericuhan Mewarnai Mal Pelayanan Publik Kota Pasuruan
Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini, Cendekia Islamic Preschool Meriahkan HUT ke-81 RI
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Pemuda Batang: Pengendara Honda Supra Meninggal Dunia Usai Tabrakan dengan Truk Isuzu
Viral Bocah 4 Tahun Meninggal Diduga Lambat Penanganan, Pelayanan RS Handayani Disorot Publik
Pengadaan LKS di SDN 3 Besuki Dikeluhkan Wali Murid, Pertanyakan Asas Sukarela
Macan Kumbang Masuk Permukiman Warga di Bawang Batang, Tim Gabungan Berhasil Evakuasi
Kebakaran di TNBTS, Kodim 0819/Pasuruan Kerahkan Armada Damkar dan Personel Gabungan
SMK Untung Suropati Pasuruan Jadi Tuan Rumah Kualifikasi GYC Free Fire 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Klarifikasi Kepala SMPN 11 Pekalongan: Insiden Antarsiswa Murni Perkelahian, Kini Berakhir Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Diduga Buntut Pelayanan Buruk, Insiden Kericuhan Mewarnai Mal Pelayanan Publik Kota Pasuruan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini, Cendekia Islamic Preschool Meriahkan HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Pemuda Batang: Pengendara Honda Supra Meninggal Dunia Usai Tabrakan dengan Truk Isuzu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Viral Bocah 4 Tahun Meninggal Diduga Lambat Penanganan, Pelayanan RS Handayani Disorot Publik

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Pengadaan LKS di SDN 3 Besuki Dikeluhkan Wali Murid, Pertanyakan Asas Sukarela

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:26 WIB

Macan Kumbang Masuk Permukiman Warga di Bawang Batang, Tim Gabungan Berhasil Evakuasi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:12 WIB

Kebakaran di TNBTS, Kodim 0819/Pasuruan Kerahkan Armada Damkar dan Personel Gabungan

Berita Terbaru