PEKALONGAN, realitapublik.id — Pihak kepolisian bergerak cepat mengusut kasus pengeroyokan terhadap kakak-beradik pedagang sosis saat gelaran Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026. Dari hasil penyelidikan dan petunjuk rekaman video yang viral di media sosial, polisi telah mengantongi identitas para pelaku.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Dies Ferra Ningtyas, melalui Kasatreskrim AKP Setyanto, mengimbau agar para pelaku bersikap kooperatif dan menyerahkan diri. Jika imbauan tersebut diindahkan, pihak kepolisian tidak segan untuk melakukan tindakan tegas berupa penjemputan paksa.
“Identitas para pelaku sudah diketahui dan teridentifikasi. Jika tidak kooperatif, dalam waktu dekat akan dilakukan upaya paksa,” tegas AKP Setyanto, Senin (14/9/2026).
AKP Setyanto menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi maupun pihak korban yang sebelumnya secara resmi melaporkan insiden kekerasan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aksi pengeroyokan dipicu oleh kesalahpahaman akibat kemacetan lalu lintas.
Saat hendak pulang seusai berjualan, kendaraan korban terjebak arus lalu lintas yang padat. Korban kemudian membunyikan klakson untuk meminta jalan. Namun, hal itu memicu ketersinggungan hingga berujung pada aksi pemukulan dan pengeroyokan.
“Kita sudah periksa para korban dan saksi, sehingga nanti berlanjut ke para pelaku,” lanjut AKP Setyanto.
Atas insiden ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tersulut emosi saat terjadi perselisihan lalu lintas di jalan raya. Setiap permasalahan hendaknya diselesaikan secara damai dan kekeluargaan tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri yang berunsur pidana.
Penulis : Fery Eka spt






