Rupiah Menguat ke Rp17.892 per Dolar AS pada Akhir Pekan, Teropong Kebijakan The Fed

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAKARTA, realitapublik.id — Nilai tukar mata uang Rupiah ditutup menguat pada perdagangan akhir pekan. Merujuk data pasar sore ini, rupiah terapresiasi 84 poin atau 0,47 persen ke level Rp17.892 per dolar AS pada perdagangan Jumat (2/10/2026).

Penguatan mata uang Garuda sejalan dengan tren pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang turut mencatatkan apresiasi terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,02 persen, peso Filipina menguat 0,39 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,05 persen.

Tren positif ini juga diikuti oleh dolar Singapura yang naik 0,16 persen, yen Jepang menguat 0,31 persen, serta won Korea Selatan yang memimpin penguatan sebesar 0,77 persen. Sebaliknya, dolar Hong Kong menjadi salah satu mata uang Asia yang terkoreksi tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Baca Juga :  Bupati Pasuruan Buka Baksos RSUD Bangil, Sediakan Layanan Operasi Bibir Sumbing hingga Skrining ABUS dan BMD

Di saat yang sama, mayoritas mata uang utama negara maju juga bergerak menguat terhadap greenback. Euro Eropa mencatatkan kenaikan 0,15 persen, poundsterling Inggris naik 0,12 persen, dolar Australia menguat 0,19 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,37 persen. Adapun dolar Kanada menjadi pengecualian usai melemah sekitar 0,02 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dan mata uang global dipengaruhi oleh penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Bank Central AS (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

Baca Juga :  Pemerintah Tiyuh Marga Asri Salurkan BLT-DD 2026, Boiman Imbau Warga Prioritaskan Kebutuhan Pangan

“Rupiah dan mata uang regional maupun utama dunia umumnya menguat terhadap dolar AS ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi AS seiring meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed,” ujar Lukman Leong.

Ia menambahkan, para pelaku pasar saat ini juga tengah mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls/NFP) yang diproyeksikan bakal menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja. “Investor mengantisipasi data pekerjaan AS NFP malam ini yang diperkirakan akan menunjukkan angka pertumbuhan yang melandai,” jelasnya.

Baca Juga :  Gerak Cepat Perbaiki Jalan Rusak, DBMBK Lampung Pengecoran Jalan Pasar Mulya Asri

Selain faktor eksternal, Lukman menilai langkah intervensi dari Bank Indonesia (BI) di pasar uang masih menjadi benteng utama dalam menopang kestabilan mata uang domestik. “BI juga konsisten melakukan intervensi di pasar guna menjaga dan menguatkan kestabilan rupiah,” pungkasnya.

Meskipun rupiah mencatatkan apresiasi hari ini, konsistensi penjagaan stabilitas nilai tukar tetap menjadi fokus utama guna menopang momentum pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (Fery Eka spt)

Berita Terkait

Kepala BGN Ungkap Konflik Mitra Dapur MBG dan Yayasan, Pungutan Per Porsi Bakal Diamputasi
Izin Pemkab Masih Menggantung, Pelaksanaan Car Free Day Gen Zi Lampung Utara Resmi Ditunda
Presiden Prabowo Subianto Resmi Lakukan Reshuffle Kabinet Merah Putih, 16 Pejabat Dilantik di Istana Negara  
Pemerintah Tiyuh Marga Asri Salurkan BLT-DD 2026, Boiman Imbau Warga Prioritaskan Kebutuhan Pangan
Cegah Konflik dan Kecurangan, Rekrutmen Perangkat Desa di Batang Pakai Sistem CAT
Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlaku: Bebas Denda dan Pajak Progresif Hingga 28 Desember 2026
Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap
Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Kepala BGN Ungkap Konflik Mitra Dapur MBG dan Yayasan, Pungutan Per Porsi Bakal Diamputasi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.892 per Dolar AS pada Akhir Pekan, Teropong Kebijakan The Fed

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:03 WIB

Izin Pemkab Masih Menggantung, Pelaksanaan Car Free Day Gen Zi Lampung Utara Resmi Ditunda

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto Resmi Lakukan Reshuffle Kabinet Merah Putih, 16 Pejabat Dilantik di Istana Negara  

Senin, 28 September 2026 - 20:10 WIB

Pemerintah Tiyuh Marga Asri Salurkan BLT-DD 2026, Boiman Imbau Warga Prioritaskan Kebutuhan Pangan

Senin, 28 September 2026 - 06:52 WIB

Cegah Konflik dan Kecurangan, Rekrutmen Perangkat Desa di Batang Pakai Sistem CAT

Jumat, 25 September 2026 - 11:27 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan Jateng Berlaku: Bebas Denda dan Pajak Progresif Hingga 28 Desember 2026

Kamis, 24 September 2026 - 18:08 WIB

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap

Berita Terbaru

Oplus_16908288

TNI-Polri

Satu Bulan, Polres Lampung Utara Berhasil Ungkap 154 Perkara

Jumat, 2 Okt 2026 - 21:06 WIB