KOTA PASURUAN realitapublik.id – Lembaga Pelindung Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) akan menggelar acara peringati Hari Lahir Pancasila pada Minggu pukul 08:30 WIB tanggal 1 Juni 2025 atas jasa para pahlawan di makam Pangeran Untung Suropati di Dusun Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kota Pasuruan.
Acara ini akan dihadiri M. Soleh ketua LP2BN Kota Pasuruan, Rubani Sekertaris, berserta puluhan anggota, serta para pegiat budaya di Pasuruan dengan mendatangkan penceramah DR Roni Winarno, SH. M.Hum, (mantan Rektor Unmer), Eyang Djati Kusumo dari Malang. Turut diundang Adi Wibowo, Wali Kota dan H M. Toyib ketua DPRD Kota Pasuruan.
Untung Suropati merupakan seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang melawan VOC di Pulau Jawa dan menjadi Bupati Pasuruan dengan gelar Tumenggung Wiranegara atau Adi Pati Wironegoro.
Rangkaian acara peringatan Hari Lahir Pancasila dibuka dengan:
– Lagu Indonesia Raya, sebagai simbol kebangsaan dan patriotisme
– Pembacaan teks Pancasila, sebagai pengingat nilai-nilai dasar negara
– Doa lintas agama, sebagai bentuk toleransi dan kerukunan antar umat beragama
– Sambutan dari Ketua LP2BN, M. Soleh, yang mungkin membahas pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Rubani Sekertaris LP2BN menyatakan, acara ini menunjukkan komitmen LP2BN dalam melestarikan nilai-nilai Pancasila dan mempromosikan kerukunan antar umat beragama dan pentingnya mengenang jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Saptu (31/5/25)
“Kepada saudara-saudara saya di NKRI, khususnya di Pasuruan Raya baik di Kabupaten maupun Kota Pasuruan. Saya mohon dengan hormat untuk menghadiri acara dari Lembaga Pelindung, Pelestari Budaya Nusantara (LP2BN) budaya Nusantara Pasuruan bersama pegiat -pegiat Budaya yang berada di Pasuruan,” ujar Rubani.
M. Soleh ketua LP2BN Kota Pasuruan berharap para pegiat budaya di Pasuruan antusias hadir dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila di makam Pangeran Untung Suropati. Dengan kehadiran mereka, diharapkan acara dapat berlangsung dengan khidmat dan makna yang mendalam. Keikutsertaan pegiat budaya juga dapat memperkuat pelestarian nilai-nilai budaya dan sejarah di Pasuruan. (Chu)






