Penanaman serta Panen Kacang Tanah di Yonif 761/KA, Pangdam Kasuari berharap Punya Nilai Ekonomis

- Jurnalis

Sabtu, 27 Januari 2024 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, S.E., M.Tr.(Han)., CGCAE., yang didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Vera Ilyas Alamsyah dalam acara panen kacang tanah dalam rangka ketahanan pangan di Yonif 761/Kibibor Akinting, Warmare, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (27/1/2024).

i

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, S.E., M.Tr.(Han)., CGCAE., yang didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Vera Ilyas Alamsyah dalam acara panen kacang tanah dalam rangka ketahanan pangan di Yonif 761/Kibibor Akinting, Warmare, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (27/1/2024).

Manokwari. RealitaPublik – Tanamannya yang sudah ditanam hari ini saya minta agar dikembangkan lagi dan diharapkan mempunyai nilai ekonomis sehingga dapat bermanfaat bagi para prajurit sekalian dan Ibu-ibu Persit.

Hal ini disampaikan Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, S.E., M.Tr.(Han)., CGCAE., yang didampingi Ketua Persit KCK Daerah XVIII/Kasuari, Ny. Vera Ilyas Alamsyah dalam sambutannya saat acara penanaman serta panen kacang tanah dalam rangka ketahanan pangan di Yonif 761/Kibibor Akinting, Warmare, Manokwari, Papua Barat, pada Sabtu (27/1/2024).

Pada kesempatan tersebut kepada Danyon dan prajurit 761/KA, Pangdam juga menyampaikan pemanfaatan lahan tidur yang ditanami tersebut diharapkan dapat dicontoh oleh prajurit, Persit dan masyarakat sekitar, di pekarangan rumah masing-masing sebagai wujud dukungan untuk mensukseskan program ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda

“Jangan sampai lahan yang sudah di buat sebesar-besarnya namun tidak memunai nilai ekonomis.
jadinya kasihan dan ini juga merupakan pembelajaran bagi para prajurit beserta dengan Ibu-ibu Persit yang ada bagaimana dalam mengolah hal tersebut menjadi lebih baik lagi”.

“Penanaman dan panen kacang yang dilaksanakan kali ini perlu adanya peningkatan karena masih adanya kekurangan dari hasil yang didapatkan. Hal ini tentunya memerlukan koordinasi antar sesama dalam hal ini Dinas Pertanian dan lain sebagainya sehingga nantinya ada peningkatan dalam hal panen-panen berikutnya,” ucapnya.

Baca Juga :  Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November

Terkait dengan menembak yang baru saja diselenggarakan, ia menekankan bahwa kekurangan merupakan suatu tantangan bagi kita semua bahwa perlu adanya latihan.

“Dalam menembak perlu adanya latihan, dimana latihan tersebut tidak boleh dianggap remeh karena di dalam kehidupan sehari-hari baik sebagai tentara maupun masyarakat yang mempunyai keahlian apabila tidak dilatih maka kurang mendapatkan hasil yang baik. Dalam menembak, ada tekhnik khusus yang harus penembak lakukan, dimana salah satunya pisir dan pejera bersama dengan tarikan picu harus selaras sehingga hasilnya bagus,” kata Pangdam.

Baca Juga :  Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas

Kegiatan menembak yang kita laksanakan ini dimaksudkan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan, keterampilan serta ketangkasan menggunakan senjata ringan, sebagai upaya untuk terus meningkatkan profesionalitas dalam menembak eksekutif.

Ikut dalam kegiatan ini, Kapoksahli Pangdam XVIII/Kasuari, para Asisten Kasdam, Dansat Brimob Polda Papua Barat, Danyonif 761/KA, para prajurit dan Ibu-ibu Persit KCK PD XVIII/Kasuari beserta pengurus.(**/red)

Sumber : Pendam XVIII/Ksr.

Berita Terkait

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Sertifikasi Internasional CHRA 2026 Sukses Digelar Sepanjang Tahun, Batch Akhir Tahun Dibuka
Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November
Gudang Penimbunan 10 Ton Solar Digerebek, Ditreskrimsus Polda Jateng Tangkap Tersangka SH di Cilacap
Rekam Jejak KH Syukron Ma’mun: Singa Podium dalam Dakwah, Pendidikan, dan Politik
Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas
Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Sertifikasi Internasional CHRA 2026 Sukses Digelar Sepanjang Tahun, Batch Akhir Tahun Dibuka

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Gantung Kepastian Hukum Sejak 2016, Sidang Perdana Praperadilan Lahan Kelurahan Bukir Lanjut 3 November

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Gudang Penimbunan 10 Ton Solar Digerebek, Ditreskrimsus Polda Jateng Tangkap Tersangka SH di Cilacap

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Rekam Jejak KH Syukron Ma’mun: Singa Podium dalam Dakwah, Pendidikan, dan Politik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri

Berita Terbaru