Modernisasi Pertanian, Bupati Agus Setyawan Dorong Penggunaan Drone dan Transplanter demi Tekan Biaya Produksi

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

TEMANGGUNG realitapublik.id – Bupati Temanggung, Agus Setyawan, secara resmi mendorong para petani di wilayahnya untuk beralih ke peralatan pertanian berbasis teknologi modern. Langkah ini diambil guna meningkatkan produktivitas serta menekan Harga Pokok Produksi (HPP), khususnya pada komoditas padi sebagai pilar ketahanan pangan.

 

Hal tersebut ditegaskan Bupati dalam acara Penanaman Padi Serempak dan Sarasehan Penyuluh Pertanian yang digelar di area persawahan BPP Kecamatan Temanggung, Kamis (18/12/2025).

 

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan peragaan penanaman bibit padi jenis Inpari 32 menggunakan mesin transplanter. Teknologi ini terbukti mampu memberikan kecepatan dan efisiensi kerja hingga 60 persen dibandingkan metode manual.

Baca Juga :  Waspada Erupsi Merapi: Ini Daftar Kecamatan dan Desa di Jateng-DIY yang Masuk Zona Bahaya Sektoral

 

“Dengan transplanter, petani dapat menanam di lahan seluas 1 hektare hanya dalam waktu 3,5 hingga 5 jam, terutama pada lahan datar. Ini adalah solusi nyata untuk menekan biaya tenaga kerja dan menurunkan HPP,” ujar Bupati Agus Setyawan.

 

Selain alat tanam, Pemkab Temanggung juga memamerkan penggunaan drone untuk penyemprotan pupuk dan pestisida. Teknologi udara ini memiliki daya jelajah luar biasa, mampu mencakup 20 hektare per hari dengan kapasitas angkut hingga 30 liter pupuk cair atau 25 kilogram pupuk granul.

Baca Juga :  Diduga Tabrak Aturan, Aktivitas Tambang CV Mutiara Timur di Lemahbang Disoal Warga

 

Bupati menekankan bahwa mekanisasi adalah kunci saat petani tidak memiliki kendali penuh atas harga pasar hasil panen. Dengan menekan biaya di sisi produksi, margin keuntungan petani dapat tetap terjaga.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto, menambahkan bahwa penggunaan alat-alat canggih ini akan dijadikan pilot project dalam mencetak Petani Milenial yang mandiri.

Baca Juga :  Dosen UPN Veteran Jatim: Seleksi Atlet POPDA Harus Objektif dan Bisa Ditelusuri

 

Potensi Lahan: Kabupaten Temanggung memiliki luas lahan tanam sekitar 16.000 hektare.

Varietas Unggulan: Fokus pada padi Inpari 32 yang menghasilkan beras kualitas premium dengan tekstur nasi yang pulen dan disukai pasar.

 

Bupati meminta para penyuluh pertanian untuk terus mendampingi petani dalam mengadopsi teknologi ini. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani lokal, tetapi juga menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

Penulis : Fery Eka

Berita Terkait

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Berita Terbaru