Dugaan Pembalakan Liar Pohon Peneduh Jalan Marak di Pasuruan, Dinas Terkait Diminta Tegas

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi

i

Gambar ilustrasi

PASURUAN, realitapublik.id — Keluhan masyarakat terkait dugaan pembalakan liar pohon peneduh di tepi jalan umum yang masuk dalam wewenang baik Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Binamarga Kabupaten Pasuruan semakin santer terdengar. Aksi pemotongan pohon jenis randu dan trembesi oleh oknum tidak bertanggung jawab diduga marak terjadi di wilayah tersebut tanpa tersentuh hukum.

 

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa aksi pemotongan liar terbaru terjadi di wilayah Desa Wrati, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Praktik tersebut diduga kuat dilakukan oleh seorang oknum yang akrab disapa Cak Cung. Dalam menjalankan aksinya, ia disinyalir mendapat perlindungan (back up) dari oknum anggota salah satu lembaga kemasyarakatan, sehingga berani melakukan penebangan secara terang-terangan demi mengincar keuntungan ekonomi dari penjualan kayu berukuran besar tersebut.

Baca Juga :  Dua Hari Pencarian, Nelayan KM Timbul Barokah yang Tenggelam di Batang Ditemukan Meninggal Dunia

 

Menurut keterangan salah satu sumber warga yang enggan disebutkan identitasnya, aksi pemotongan pohon peneduh jalan itu telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan diduga tanpa mengantongi izin resmi dari dinas terkait.

 

“Beberapa hari lalu saya melihat langsung, dan warga lain juga membenarkan bahwa pohon-pohon randu di tepi jalan dipotong oleh Cung. Kejadiannya tidak hanya sekali, hari sebelumnya dia juga melakukan hal yang sama,” ujar sumber tersebut pada Jumat (19/6/2026).

 

Sumber tersebut juga menambahkan bahwa oknum berinisial Cung ini dikenal terkesan kebal hukum. Sebelumnya, yang bersangkutan sempat tersangkut persoalan dugaan penarikan sumbangan ilegal dengan mencatut nama berbagai media, namun kasus tersebut menguap begitu saja karena diduga dilindungi oleh oknum lembaga.

Baca Juga :  Dugaan Penipuan Rp60 Juta Stagnan 8 Bulan, Kinerja Polsek Tongas Dipertanyakan

 

Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Cak Cung melalui saluran telepon. Saat dikonfirmasi, Cak Cung membantah keras tuduhan tersebut dan berdalih tidak mengetahui aktivitas penebangan pohon yang dimaksud. Kendati membantah, ia justru mengarahkan awak media untuk menanyakan persoalan tersebut kepada salah seorang pengurus lembaga yang disebut-sebut melindunginya.

 

Sementara itu, saat pihak lembaga yang ditunjuk oleh Cak Cung dihubungi secara terpisah, ia justru memberikan keterangan yang bertolak belakang. Pihak lembaga tersebut membenarkan bahwa Cak Cung memang berada di lapangan saat aktivitas penebangan berlangsung.

Baca Juga :  Sengketa Lahan 10 Desa di Pasuruan Tak Kunjung Usai, Wagub LIRA Jatim Desak Presiden Prabowo Turun Tangan

 

Namun, aksi pemotongan tersebut terhenti setelah ketahuan oleh aktivis lingkungan setempat. Baru berhasil memotong dua pohon randu yang muatannya baru terisi setengah bak truk, Cak Cung bersama sopir truk dilaporkan langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dinas PU maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan terkait maraknya pemotongan pohon fasilitas jalan ini. Publik kini menanti ketegasan dan tindakan nyata dari dinas terkait serta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas serta memberikan sanksi tegas terhadap para pelaku pembalakan liar tersebut.

Penulis : Saichu

Berita Terkait

Dua Hari Pencarian, Nelayan KM Timbul Barokah yang Tenggelam di Batang Ditemukan Meninggal Dunia
Sama-Sama Pengedar tapi Berkas Dipisah, Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Narkoba Siap Lapor Jamwas dan Ombudsman
Aksi Kamisan: Menolak Lupa, Menggugat Impunitas Pascareformasi
Terpeleset Saat Istirahat, Nelayan KM Timbul Barokah Batang Hilang Terseret Arus Sungai Sambong
Korban Tenggelam di Sungai Banger Pekalongan Timur Ditemukan Meninggal di Pintu Air
Blokade Polisi Warnai Aksi Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa BEM Se-Jabodetabek di Jakarta
Gagal Menyalip dari Kiri, Dua Wanita Pengendara Motor Tewas Tergilas Truk Tronton di Gadingrejo
Kebakaran Hebat Melanda SDN 14 Tulang Bawang Tengah, Deretan Ruang Kelas Hangus Terbakar 
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:20 WIB

Dugaan Pembalakan Liar Pohon Peneduh Jalan Marak di Pasuruan, Dinas Terkait Diminta Tegas

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:40 WIB

Dua Hari Pencarian, Nelayan KM Timbul Barokah yang Tenggelam di Batang Ditemukan Meninggal Dunia

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:09 WIB

Sama-Sama Pengedar tapi Berkas Dipisah, Kuasa Hukum Terdakwa Kasus Narkoba Siap Lapor Jamwas dan Ombudsman

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:12 WIB

Aksi Kamisan: Menolak Lupa, Menggugat Impunitas Pascareformasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 07:14 WIB

Terpeleset Saat Istirahat, Nelayan KM Timbul Barokah Batang Hilang Terseret Arus Sungai Sambong

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:10 WIB

Korban Tenggelam di Sungai Banger Pekalongan Timur Ditemukan Meninggal di Pintu Air

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:14 WIB

Blokade Polisi Warnai Aksi Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa BEM Se-Jabodetabek di Jakarta

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:56 WIB

Gagal Menyalip dari Kiri, Dua Wanita Pengendara Motor Tewas Tergilas Truk Tronton di Gadingrejo

Berita Terbaru