BATANG, realitapublik.id — Pemerintah Kabupaten Batang kembali menghadirkan kebijakan afirmatif di sektor pendidikan. Pada tahun ajaran baru ini, pemerintah daerah memberikan bantuan satu setel seragam sekolah gratis bagi seluruh peserta didik baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik di sekolah negeri maupun swasta.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyampaikan langsung program tersebut saat meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 7 Batang, Selasa (23/6/2026). Kebijakan ini menyasar siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP di seluruh wilayah Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.
“Pengumuman hasil penerimaan akan dilakukan pada 27 Juni mendatang. Khusus untuk siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, di sekolah negeri maupun swasta, pemerintah akan memberikan bantuan seragam gratis satu setel,” ujar M. Faiz Kurniawan.
Program seragam gratis ini tidak hanya menyasar sekolah umum di bawah naungan Dinas Pendidikan, melainkan juga menyentuh lembaga pendidikan berbasis keagamaan di bawah Kementerian Agama.
Pada jenjang pendidikan dasar, bantuan akan disalurkan kepada siswa SD negeri, SD swasta, serta Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sementara untuk jenjang pendidikan menengah pertama, cakupannya meliputi SMP negeri, SMP swasta, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).
Bupati Faiz mengimbau para orang tua agar tidak terburu-buru membeli seragam baru setelah anak mereka dinyatakan diterima dalam seleksi SPMB. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan proses pengadaan secara terpusat dengan memastikan pakaian yang diberikan sesuai dengan ukuran fisik masing-masing anak.
“Nanti seragam diukur dulu oleh sekolah. Supaya ukurannya pas semuanya, tidak ada yang kebesaran atau kekecilan,” kata Faiz.
Kebijakan pengukuran individual ini sengaja diterapkan sebagai respons atas keluhan masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya. Format ukuran standar massal seperti M atau L kerap kali tidak presisi dengan bentuk tubuh anak yang beragam. Melalui metode ini, pemerintah berharap kualitas pelayanan kepada peserta didik menjadi lebih optimal sekaligus menghindari pemborosan anggaran akibat seragam yang tidak terpakai.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, rata-rata pengeluaran orang tua untuk pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah baru dinilai cukup signifikan. Beban ini semakin terasa, khususnya bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.
Melalui program jangka panjang ini, Pemkab Batang berharap dapat memicu pemerataan akses pendidikan sekaligus menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat di awal tahun ajaran baru.
“Selain memastikan SPMB berjalan transparan dan akuntabel, kami juga menghadirkan kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban orang tua,” pungkasnya.
Penulis : Fery Eka spt







