Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas

- Jurnalis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

REALITAPUBLIK.ID, 15 Oktober 2026 – Memasuki peringatan satu dekade sejak resmi ditetapkan pada 2015, Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum penting bagi Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menegaskan arah transformasi kaum santri. Melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026, pemerintah resmi meluncurkan tema besar “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

 

Peringatan sepuluh tahun ini tidak lagi sekadar mengenang heroisme sejarah masa lalu, melainkan merefleksikan lompatan besar santri modern yang kini didorong keluar dari ruang pengabdian tradisional untuk bertransformasi menjadi pilar strategis, inovatif, dan adaptif di berbagai sektor pembangunan nasional demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

 

Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa heroisme masa lalu melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 harus menjadi bahan bakar bagi santri hari ini untuk menaklukkan tantangan zaman modern. Menurutnya, santri masa kini tidak boleh gagap teknologi dan harus berani mengambil peran kepemimpinan di ruang publik.

Baca Juga :  Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri

 

“Para analis sejarah melihat bahwa seandainya tidak ada peristiwa yang kita kenal dengan peristiwa tanggal 22 Oktober 1945 itu, barangkali sejarah Indonesia akan tidak seperti sekarang. Peran ulama, peran yang kita kenal dengan jihad santri itu yang disalurkan dengan Resolusi Jihad, dahsyat sekali. Hari ini, jihad kita adalah jihad intelektual, digital, dan ekonomi untuk menguatkan negeri,” ujar Menag KH Nasaruddin Umar saat meresmikan peluncuran rangkaian HSN di Jakarta.

 

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, Kemenag menekankan empat modal utama yang harus melekat pada diri santri modern saat ini, yaitu kedalaman ilmu spiritual, karakter akhlak yang kuat, penguasaan sains-teknologi, serta komitmen kebangsaan yang mengakar kuat.

Baca Juga :  Polri Tetapkan Bupati Gowa Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan dan Gratifikasi

 

Semangat transformasi ini langsung direspons cepat di tingkat daerah. Sebagai salah satu basis pesantren terbesar di Indonesia, wilayah Jawa Timur khususnya kawasan Tapal Kuda seperti Situbondo, menjadi salah satu titik fokus pergerakan lokal.

 

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) bersama Kantor Kemenag setempat menyelaraskan instruksi pusat dengan meluncurkan gerakan aksi nyata. Peringatan di daerah dipastikan tidak hanya berpusat pada seremonial, melainkan diwujudkan melalui program peningkatan standar literasi digital asrama pondok pesantren, festival ekonomi kreatif santri, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi puluhan ribu santri.

 

Guna mendukung visi Indonesia Emas 2045, Kemenag RI telah menyusun peta jalan kegiatan nasional yang sangat adaptif terhadap perkembangan zaman sepanjang Oktober 2026:

• Santri Vision dan Inkubasi Riset: Kompetisi inovasi teknologi digital, robotik, dan green economy antarpesantren seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda

• Mu’tamad Santri & Forum Akademik: Forum ilmiah internasional yang mempertemukan pemikir santri dengan akademisi global.

• Sayembara “Surat Santri untuk Presiden”: Wadah bagi santri menuangkan aspirasi pembangunan pendidikan masa depan langsung kepada kepala negara.

• Festival Sarung dan Peci Santri: Pameran industri kreatif berbasis pesantren untuk mendorong kemandirian ekonomi.

 

Puncak peringatan satu dekade ini akan ditandai dengan Upacara Bendera Serentak pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 07.00 waktu setempat. Upacara wajib ini akan disiarkan langsung secara nasional melalui kanal resmi media sosial Kementerian Agama RI. Seluruh rangkaian peringatan akan ditutup secara khidmat melalui pergelaran akbar Malam Bakti Santri untuk Negeri yang dijadwalkan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri
Gantikan Darmawan Prasodjo, Suroso Isnandar Resmi Menjabat Direktur Utama PT PLN
Bursa Calon Panglima TNI Makin Hangat: Letjen TNI Kunto Arief Wibowo Masuk dalam Radar Alternatif
Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda
Diduga Tabrak Aturan, Aktivitas Tambang CV Mutiara Timur di Lemahbang Disoal Warga
Kepala BGN Ungkap Konflik Mitra Dapur MBG dan Yayasan, Pungutan Per Porsi Bakal Diamputasi
Presiden Prabowo Subianto Resmi Lakukan Reshuffle Kabinet Merah Putih, 16 Pejabat Dilantik di Istana Negara  
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Gantikan Darmawan Prasodjo, Suroso Isnandar Resmi Menjabat Direktur Utama PT PLN

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Bursa Calon Panglima TNI Makin Hangat: Letjen TNI Kunto Arief Wibowo Masuk dalam Radar Alternatif

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Diduga Tabrak Aturan, Aktivitas Tambang CV Mutiara Timur di Lemahbang Disoal Warga

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Kepala BGN Ungkap Konflik Mitra Dapur MBG dan Yayasan, Pungutan Per Porsi Bakal Diamputasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto Resmi Lakukan Reshuffle Kabinet Merah Putih, 16 Pejabat Dilantik di Istana Negara  

Berita Terbaru