Pangdam XVIII/Kasuari Ikuti Rapim TNI-Polri 2024

- Jurnalis

Rabu, 28 Februari 2024 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, S.E., M.Tr.(Han)., CGCAE., terlihat bersama para peserta Rapim TNI-POLRI, di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (28/2/2024).

i

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, S.E., M.Tr.(Han)., CGCAE., terlihat bersama para peserta Rapim TNI-POLRI, di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (28/2/2024).

Jakarta Timur. realitapublik.id – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Ilyas Alamsyah, S.E., M.Tr.(Han)., CGCAE., hadir langsung dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (28/2/2024).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam arahannya kepada dua institusi yang sedang melaksanakan Rapim kali ini mengucapkan terima kasih karena telah berhasil menjamin keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pemilu sehingga berjalan aman dan damai.

“Walaupun karena adanya perbedaan pilihan politik, terdapat sedikit dinamika, walaupun saya tahu ada sedikit dinamika dan riak-riak kecil, itu biasa dan wajar dalam kita berdemokrasi. Perbedaan pendapat, perbedaan pilihan itu juga sangat wajar dalam demokrasi,” ujarnya.

Baca Juga :  Sehari Pascacopot, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung!
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersalaman dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dalam acara Rapim TNI-POLRI, di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (28/2/2024).

Presiden menegaskan, tahapan Pemilu masih berjalan hingga Oktober 2024. Jajaran TNI-Polri diminta perlu mengantisipasi dan menetralisir segala residu politik untuk menjaga persatuan bangsa dan negara.

Sementara itu, dalam rapat ini Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam paparannya mengungkap rencana Markas Besar TNI untuk beberapa tahun ke depan.

Ia menambahkan, untuk TNI AD sesuai dengan rencana yang telah di susun, akan menggelar 37 Komando Daerah Militer (Kodam).

“TNI AD sendiri, direncanakan akan membangun dan mengelar 37 Kodam, di mana dari 37 Kodam yang akan digelar, 15 Kodam diperkuat dengan Korem, sedangkan 22 Kodam tanpa Korem di bawahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Blokade Polisi Warnai Aksi Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa BEM Se-Jabodetabek di Jakarta

Disamping itu, TNI AL berencana akan melakukan peningkatan alih status Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) menjadi Kotama Operasi dan Pembinaan.

“Dengan nomenklatur Kodamar (Komando Daerah Maritim) kelas A, jumlah 8 Lantamal dan 6 Lantamal menjadi Kodamar kelas B. Serta pembangunan Pasukan Marinir (Pasmar) di IKN, Sementara itu, untuk matra udara, TNI AU berencana meningkatkan lima Lanud menjadi tipe A,” ungkapnya.

Menyikapi Pemilu yang baru saja dilaksanakan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan proses pemungutan suara berlangsung lancar. Namun dia mengatakan tugas TNI-Polri mengawal proses pemilu belum selesai.

Baca Juga :  Baru Sehari Menjabat Lagi, Dirut PLN Tuding Krisis Batubara Jadi Penyebab Pemadaman di Jawa

“Kita patut memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pasca-pemungutan suara pada Pilpres dan Pileg sudah terlaksana dengan aman, lancar, dan kondusif, TNI harus memastikan terciptanya keamanan pasca-pemungutan suara. “Namun tugas mengawal dan menyukseskan pemilu belum selesai. Karena TNI harus dapat meyakinkan terciptanya keamanan pada tahapan pemilu berikutnya, dalam pelaksanaan pengamanan pemilu, TNI mengedepankan komunikasi sosial kepada masyarakat. Dia menyebut terciptanya keamanan saat pemilu tidak terlepas dari sinergisitas TNI-Polri dan stakeholder terkait,” jelasnya.

Sumber : Pendam XVIII/Ksr.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Baru Sehari Menjabat Lagi, Dirut PLN Tuding Krisis Batubara Jadi Penyebab Pemadaman di Jawa
Protes “Jalur Maut” Jembatan Bukwedi, GM-FKPPI dan Warga Tutup Jalan Gelar Istighosah
Maklumat PBNU: Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Dimulai pada Rabu 17 Juni 2026
Blokade Polisi Warnai Aksi Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa BEM Se-Jabodetabek di Jakarta
Jangan Sampai PLN Seperti BGN, Presiden Terlambat Menindak Kelakuan Darmawan Prasodjo
Alih Fungsi 7 Hektare Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha di Batang Ditersangkakan Polda Jateng
BOP RT Rp25 Juta di Kota Semarang Segera Cair Akhir Juni 2026
Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci, Chatib Basri Ungkap Penentu Utama Pelemahan Rupiah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baru Sehari Menjabat Lagi, Dirut PLN Tuding Krisis Batubara Jadi Penyebab Pemadaman di Jawa

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:48 WIB

Protes “Jalur Maut” Jembatan Bukwedi, GM-FKPPI dan Warga Tutup Jalan Gelar Istighosah

Senin, 15 Juni 2026 - 21:08 WIB

Maklumat PBNU: Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Dimulai pada Rabu 17 Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:14 WIB

Blokade Polisi Warnai Aksi Unjuk Rasa Ribuan Mahasiswa BEM Se-Jabodetabek di Jakarta

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:28 WIB

Jangan Sampai PLN Seperti BGN, Presiden Terlambat Menindak Kelakuan Darmawan Prasodjo

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:27 WIB

Alih Fungsi 7 Hektare Sawah Jadi Tambak Udang, Pengusaha di Batang Ditersangkakan Polda Jateng

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:29 WIB

BOP RT Rp25 Juta di Kota Semarang Segera Cair Akhir Juni 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:52 WIB

Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci, Chatib Basri Ungkap Penentu Utama Pelemahan Rupiah

Berita Terbaru

Berita

Bantuan Pangan di Desa Malungun Ratu: 224 KPM

Selasa, 23 Jun 2026 - 19:02 WIB