BANDAR, KABUPATEN BATANG realitapublik.id — Peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan BMKG menjadi kenyataan. Hujan lebat disertai angin kencang memicu bencana tanah longsor di beberapa titik di Dukuh Tampingan, RT 02/01, Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 17.45 WIB.
Meskipun material longsor menimpa beberapa bangunan warga, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam rentetan insiden tersebut.
Berdasarkan data di lapangan, longsor terjadi secara bersamaan di dua titik pemukiman warga:
Titik Pertama: Halaman rumah milik Bapak Rohadi (51) amblas dan material tanahnya menimpa rumah di bawahnya milik Bapak Lukman (28).
Titik Kedua: Tebing di area rumah Bapak Rusmin (50) longsor dan menimpa rumah milik Bapak Marjiun (58).
Pasca kejadian, warga desa segera bergerak melakukan penanganan darurat. Sinergi lintas sektor langsung terlihat di lokasi guna membantu proses evakuasi material longsor dan mengamankan barang berharga milik korban.

Unsur yang terlibat dalam penanganan:
Warga dan Pemerintah Desa Tombo.
Petugas gabungan Polsek Bandar – Polres Batang & Koramil Bandar.
Trantib Kecamatan Bandar.
Purwa Aditya Wicaksono, S.T. (Anggota Dewan sekaligus Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana DPC PKB Kabupaten Batang).
BMKG memprediksi cuaca ekstrem berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang masih akan menyelimuti wilayah Jawa Tengah mulai tanggal 18 hingga 21 Januari 2026.
Masyarakat, terutama yang bermukim di daerah perbukitan dan rawan lereng seperti di Kecamatan Bandar, diminta tetap dalam kondisi Siaga Satu terhadap potensi bencana hidrometeorologi susulan seperti pohon tumbang dan longsor lanjutan.
Langkah Keselamatan Saat Hujan Lebat di Daerah Perbukitan:
– Perhatikan Retakan Tanah: Segera mengungsi jika melihat retakan baru di sekitar lereng atau halaman rumah.
– Waspada Suara Gemuruh: Jika mendengar suara gemuruh dari arah perbukitan setelah hujan lebat, segera menjauh dari area lereng.
– Pantau Informasi Cuaca: Selalu ikuti perkembangan cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG atau BPBD setempat.
Penulis : Fery Eka S







