Meringankan Beban Orang Tua, Pemkab Batang Salurkan Bantuan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

BATANG, realitapublik.id — Pemerintah Kabupaten Batang kembali menghadirkan kebijakan afirmatif di sektor pendidikan. Pada tahun ajaran baru ini, pemerintah daerah memberikan bantuan satu setel seragam sekolah gratis bagi seluruh peserta didik baru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik di sekolah negeri maupun swasta.

 

Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyampaikan langsung program tersebut saat meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMP Negeri 7 Batang, Selasa (23/6/2026). Kebijakan ini menyasar siswa kelas 1 SD dan kelas 7 SMP di seluruh wilayah Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.

 

“Pengumuman hasil penerimaan akan dilakukan pada 27 Juni mendatang. Khusus untuk siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, di sekolah negeri maupun swasta, pemerintah akan memberikan bantuan seragam gratis satu setel,” ujar M. Faiz Kurniawan.

Baca Juga :  LSM KAMPUD Beberkan Rincian Dana BOS SMKN 1 TBT 2024–2025 yang Dinilai Tak Wajar

 

Program seragam gratis ini tidak hanya menyasar sekolah umum di bawah naungan Dinas Pendidikan, melainkan juga menyentuh lembaga pendidikan berbasis keagamaan di bawah Kementerian Agama.

 

Pada jenjang pendidikan dasar, bantuan akan disalurkan kepada siswa SD negeri, SD swasta, serta Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sementara untuk jenjang pendidikan menengah pertama, cakupannya meliputi SMP negeri, SMP swasta, dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

 

Bupati Faiz mengimbau para orang tua agar tidak terburu-buru membeli seragam baru setelah anak mereka dinyatakan diterima dalam seleksi SPMB. Pemerintah daerah berkomitmen melakukan proses pengadaan secara terpusat dengan memastikan pakaian yang diberikan sesuai dengan ukuran fisik masing-masing anak.

Baca Juga :  Dinilai Normatif dan Tidak Menghargai, Aliansi Poros Tengah Bubarkan Audiensi PPDB di Kacabdin Pasuruan

 

“Nanti seragam diukur dulu oleh sekolah. Supaya ukurannya pas semuanya, tidak ada yang kebesaran atau kekecilan,” kata Faiz.

 

Kebijakan pengukuran individual ini sengaja diterapkan sebagai respons atas keluhan masyarakat pada tahun-tahun sebelumnya. Format ukuran standar massal seperti M atau L kerap kali tidak presisi dengan bentuk tubuh anak yang beragam. Melalui metode ini, pemerintah berharap kualitas pelayanan kepada peserta didik menjadi lebih optimal sekaligus menghindari pemborosan anggaran akibat seragam yang tidak terpakai.

Baca Juga :  Aliansi Poros Tengah Demo Cabdin Pendidikan Pasuruan, Desak Transparansi SPMB dan Audit Dana BOS

 

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, rata-rata pengeluaran orang tua untuk pemenuhan kebutuhan perlengkapan sekolah baru dinilai cukup signifikan. Beban ini semakin terasa, khususnya bagi keluarga yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.

 

Melalui program jangka panjang ini, Pemkab Batang berharap dapat memicu pemerataan akses pendidikan sekaligus menjadi stimulus ekonomi bagi masyarakat di awal tahun ajaran baru.

 

“Selain memastikan SPMB berjalan transparan dan akuntabel, kami juga menghadirkan kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban orang tua,” pungkasnya.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

LSM KAMPUD Beberkan Rincian Dana BOS SMKN 1 TBT 2024–2025 yang Dinilai Tak Wajar
Dosen FEB Raih Juara III pada Ajang Melodost Dies Natalis ke-67 UPN Veteran Jawa Timur
Aliansi Poros Tengah Demo Cabdin Pendidikan Pasuruan, Desak Transparansi SPMB dan Audit Dana BOS
Dinilai Normatif dan Tidak Menghargai, Aliansi Poros Tengah Bubarkan Audiensi PPDB di Kacabdin Pasuruan
Digitalisasi Tak Bisa Dihindari, Wali Kota Aaf: Pemanfaatan Positif Harus Diimbangi Pengawasan Anak
Jamin Keberlanjutan Pendidikan, Kemenag Pekalongan Siapkan 5 Ponpes untuk Santriwati Padang Ati
Perpisahan Siswa Kelas IX SMPN 1 Margakencana Tubaba Diwarnai Pentas Seni
Diperiksa 12 Jam, Pengasuh Padepokan Padang Ati Pekalongan Resmi Jadi Tersangka
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:23 WIB

Meringankan Beban Orang Tua, Pemkab Batang Salurkan Bantuan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:08 WIB

LSM KAMPUD Beberkan Rincian Dana BOS SMKN 1 TBT 2024–2025 yang Dinilai Tak Wajar

Senin, 22 Juni 2026 - 20:29 WIB

Dosen FEB Raih Juara III pada Ajang Melodost Dies Natalis ke-67 UPN Veteran Jawa Timur

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19 WIB

Aliansi Poros Tengah Demo Cabdin Pendidikan Pasuruan, Desak Transparansi SPMB dan Audit Dana BOS

Senin, 15 Juni 2026 - 12:26 WIB

Dinilai Normatif dan Tidak Menghargai, Aliansi Poros Tengah Bubarkan Audiensi PPDB di Kacabdin Pasuruan

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:08 WIB

Digitalisasi Tak Bisa Dihindari, Wali Kota Aaf: Pemanfaatan Positif Harus Diimbangi Pengawasan Anak

Senin, 1 Juni 2026 - 09:02 WIB

Jamin Keberlanjutan Pendidikan, Kemenag Pekalongan Siapkan 5 Ponpes untuk Santriwati Padang Ati

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:31 WIB

Perpisahan Siswa Kelas IX SMPN 1 Margakencana Tubaba Diwarnai Pentas Seni

Berita Terbaru