Kecewa Kuota PPDB Dibatasi, Ratusan Wali Murid di Indramayu Gegerkan Kantor Desa

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, realitapublik.id – Ratusan wali murid di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, mendatangi Kantor Desa Dadap pada Minggu (28/6/2026). Aksi ini dipicu oleh rasa kecewa mendalam terhadap pembatasan kuota penerimaan calon siswa baru di sekolah dasar (SD) negeri setempat.

Para orang tua menilai kebijakan pembatasan tersebut merugikan masyarakat, lantaran banyak anak usia sekolah di Desa Dadap terancam tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah dasar negeri terdekat.

Data yang terhimpun menyebutkan, bahwa di UPTD SDN 1 Dadap terdapat 80 calon siswa, namun hanya 38 siswa yang diterima.

Sementara di UPTD SDN 2 Dadap, dari 75 calon siswa hanya 38 siswa yang diterima. Dan di UPTD SDN 5 Dadap dari 45 calon siswa juga sama hanya diterima 38 siswa. Kondisi ini membuat puluhan siswa tidak mendapatkan sekolah. Sebagian dari mereka bahkan dikabarkan enggan melanjutkan pendidikan karena tidak mendapat tempat.

Baca Juga :  Aliansi Poros Tengah Demo Cabdin Pendidikan Pasuruan, Desak Transparansi SPMB dan Audit Dana BOS

Para kepala sekolah bersama unsur pemerintah desa pun bergerak cepat. Plt Kepala UPTD SDN 1 Dadap, Suratno SPd MSi., Kepala UPTD SDN 2 Dadap, H. Fatihin SPd, serta Kepala UPTD SDN 5 Dadap, Esih SPd, bersama ketua komite sekolah dan Kuwu Desa Dadap, Ali Faosal, telah membuat surat keterangan resmi.

Baca Juga :  Dinilai Normatif dan Tidak Menghargai, Aliansi Poros Tengah Bubarkan Audiensi PPDB di Kacabdin Pasuruan

Dalam surat tersebut, mereka meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu agar segera menambah kuota penerimaan siswa baru di masing-masing sekolah.

“Banyak anak yang tidak diterima. Sementara sekolah penyangga sudah penuh dan jaraknya cukup jauh, sekitar 4 sampai 5 kilometer dari desa,” tegas Kuwu Dadap Ali Faosal, Senin, 29 Juni 2026 di ruang kerjanya.

Kuwu Desa Dadap, Ali Faosal, menyampaikan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti aspirasi warga dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah dan komite. “Ini menyangkut masa depan anak-anak. Kami berharap dinas pendidikan segera memberikan solusi, minimal penambahan rombongan belajar (rombel),” ujarnya.

Baca Juga :  Dosen University of Pennsylvania Berbagi Wawasan di UPN Veteran Jatim, Bahas Pendidikan Berkelanjutan dan Organisasi Masa Depan

Tidak berhenti di tingkat desa, massa wali murid rencananya akan memperluas aksi mereka hari ini, Senin (29/6/2026). Ratusan orang dijadwalkan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu untuk melakukan unjuk rasa.

Aksi lanjutan ini mengusung tuntutan utama, yaitu mendesak pemerintah daerah segera memberikan solusi konkret. Mereka meminta Dinas Pendidikan membuka kuota tambahan agar seluruh anak di Desa Dadap dapat tertampung dan mendapatkan hak pendidikan mereka di sekolah dasar negeri.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya angka putus sekolah di wilayah tersebut.”Kami meminta ada kebijakan dari dinas terkait,” pungkasnya.

Penulis : Ros

Editor : Red

Berita Terkait

Dosen University of Pennsylvania Berbagi Wawasan di UPN Veteran Jatim, Bahas Pendidikan Berkelanjutan dan Organisasi Masa Depan
Meringankan Beban Orang Tua, Pemkab Batang Salurkan Bantuan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP
LSM KAMPUD Beberkan Rincian Dana BOS SMKN 1 TBT 2024–2025 yang Dinilai Tak Wajar
Dosen FEB Raih Juara III pada Ajang Melodost Dies Natalis ke-67 UPN Veteran Jawa Timur
Aliansi Poros Tengah Demo Cabdin Pendidikan Pasuruan, Desak Transparansi SPMB dan Audit Dana BOS
Dinilai Normatif dan Tidak Menghargai, Aliansi Poros Tengah Bubarkan Audiensi PPDB di Kacabdin Pasuruan
Digitalisasi Tak Bisa Dihindari, Wali Kota Aaf: Pemanfaatan Positif Harus Diimbangi Pengawasan Anak
Jamin Keberlanjutan Pendidikan, Kemenag Pekalongan Siapkan 5 Ponpes untuk Santriwati Padang Ati
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 14:51 WIB

Kecewa Kuota PPDB Dibatasi, Ratusan Wali Murid di Indramayu Gegerkan Kantor Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:47 WIB

Dosen University of Pennsylvania Berbagi Wawasan di UPN Veteran Jatim, Bahas Pendidikan Berkelanjutan dan Organisasi Masa Depan

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:23 WIB

Meringankan Beban Orang Tua, Pemkab Batang Salurkan Bantuan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:08 WIB

LSM KAMPUD Beberkan Rincian Dana BOS SMKN 1 TBT 2024–2025 yang Dinilai Tak Wajar

Senin, 22 Juni 2026 - 20:29 WIB

Dosen FEB Raih Juara III pada Ajang Melodost Dies Natalis ke-67 UPN Veteran Jawa Timur

Senin, 22 Juni 2026 - 19:19 WIB

Aliansi Poros Tengah Demo Cabdin Pendidikan Pasuruan, Desak Transparansi SPMB dan Audit Dana BOS

Senin, 15 Juni 2026 - 12:26 WIB

Dinilai Normatif dan Tidak Menghargai, Aliansi Poros Tengah Bubarkan Audiensi PPDB di Kacabdin Pasuruan

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:08 WIB

Digitalisasi Tak Bisa Dihindari, Wali Kota Aaf: Pemanfaatan Positif Harus Diimbangi Pengawasan Anak

Berita Terbaru