Foto: tangkapan layar unggahan video di salah satu WAG
JAYAPURA — Jagat maya dihebohkan oleh video amatir warga yang merekam situasi darurat di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua. Ratusan anak sekolah dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP dilaporkan mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi paket hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (4/8/2026).
Dalam rekaman video yang beredar luas di platform Instagram dan Facebook, WAG, Youtube, terdengar suara kepanikan warga dan orang tua yang meminta atensi segera dari pemerintah daerah.
“Kami mohon kepada seluruh masyarakat Distrik Depapre dan Kabupaten Jayapura, ini anak-anak kita terkena keracunan MBG. Tolong pemerintah melihat hal ini karena pasien terus berdatangan,” ujar seorang warga dalam rekaman video berdurasi singkat tersebut.
Lonjakan jumlah pasien yang terjadi secara mendadak sejak Selasa sore membuat fasilitas medis di Puskesmas Depapre kewalahan. Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Anton Mote, gelombang pasien yang terus berdatangan memaksa petugas melakukan sistem rujukan ke sejumlah fasilitas kesehatan lain.
Selain dirawat di Puskesmas Depapre, puluhan anak dari Kampung Tablasupa, Tablanusu, Kendate, Yepase, dan Waiya dievakuasi secara tersebar ke Puskesmas Dosai, Puskesmas Waibhu, Puskesmas Sentani, Puskesmas Komba, RS Dian Harapan, hingga RSUP Jayapura.
Kondisi paling kritis terlihat di RSUD Yowari. Akibat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sudah penuh sesak, pihak rumah sakit terpaksa mendirikan tenda darurat di halaman utama demi menampung anak-anak yang terbaring lemas dengan gejala mual, pusing, muntah-muntah, dan diare. Seluruh armada ambulans dari berbagai distrik dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat evakuasi.
Menanggapi peristiwa tragis ini, Yayasan Kasih Iman Samuel Papua selaku mitra penyedia makanan (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi/SPPG) yang mendistribusikan sekitar 1.500 hingga 2.200 porsi makanan di wilayah tersebut, langsung mengeluarkan pernyataan resmi.
Pihak yayasan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh keluarga korban dan berkomitmen penuh untuk menanggung seluruh biaya pengobatan para siswa hingga pulih total. Saat ini, operasional dapur MBG milik yayasan telah dihentikan sementara waktu, dan sejumlah karyawannya sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Polres Jayapura.
Merespons situasi darurat ini, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, dilaporkan langsung turun ke lapangan pada Rabu (5/8/2026) dini hari untuk meninjau penanganan medis di RSUD Yowari dan beberapa puskesmas terdekat. Bupati menginstruksikan seluruh jajaran tenaga medis untuk memberikan perawatan prioritas demi menyelamatkan nyawa anak-anak yang terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban terkonfirmasi klinis terus bergerak dinamis. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan setempat telah mengamankan sampel makanan serta cairan tubuh pasien untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kontaminasi zat berbahaya tersebut.
Warga diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).(*)
Penulis : Abdul Hakim/red






