PASURUAN, realitapublik.id — Senyum haru terpancar dari wajah Lasaudi, seorang pedagang minyak wangi keliling warga Kelurahan Gading, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Di bawah terik matahari pada Sabtu (12/9/2026), Dr. H. Akhmad Rifai, S.H., M.H., selaku Anggota DPRD Kota Pasuruan, hadir mendampingi tim Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Kementerian PKP, Kiky Agustin, S.T. dan Ayu Candra Puspita, S.T., untuk melakukan verifikasi lapangan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) “Bedah Rumah Merah Putih”.
Kondisi hunian Lasaudi yang telah ditempati sejak tahun 1982 tampak memprihatinkan, kumuh, dan jauh dari kata layak huni, baik dari bagian luar maupun dalam. Ironisnya, meski kerusakannya parah, pengajuan dari tingkat RT sebelumnya belum sempat terakomodasi oleh dinas terkait di Pemkot Pasuruan. Kehadiran program BSPS ini pun menjadi secercah harapan besar bagi keluarga penerima.

Pengecekan lapangan dilakukan secara cermat untuk meminimalkan potensi manipulasi data, sehingga bantuan dipastikan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan dan belum tercover oleh pemerintah kota. Berdasarkan verifikasi, rumah yang terletak di Jalan Kyai Sepuh ini dinyatakan memenuhi kriteria setelah melalui pendataan bersama Ketua RT setempat.
Antusiasme warga semakin terlihat ketika Ketua RT turut menunjukkan unit rumah tidak layak huni lainnya di wilayah tersebut. H. Rifai bersama tim Kementerian PKP langsung bergegas menyurvei lokasi kedua untuk memastikan kelayakannya masuk dalam daftar penerima program tahap berikutnya. Warga dan keluarga penerima menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian nyata yang meringankan beban masyarakat kecil.
“Kami sekeluarga sangat bersyukur dan bahagia sekali, tidak bisa ngomong apa-apa lagi. Rumah kami yang sudah bertahun-tahun kumuh dan rusak parah akhirnya mendapat perhatian dan bantuan nyata. Terima kasih banyak kepada Bapak H. Rifai selaku Anggota DPRD Kota Pasuruan dan pihak Kementerian PKP yang sudah datang langsung mengecek ke sini dan memperjuangkan nasib orang kecil seperti kami,” ungkap Lasaudi, yang penghasilan tak menentu untuk kebutuhan sehari-hari.
Penulis : Chu






