Miskomunikasi Aparat Bersenjata dan Isu Ancaman Pembunuhan Picu Ketegangan Warga di Smelter PIER Pasuruan

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Realitapublik.id — Ketegangan antara warga lokal dan manajemen pabrik smelter di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Kabupaten Pasuruan, akhirnya berhasil diredam pada Kamis (22/10/2026). Konflik yang dipicu kehadiran aparat keamanan bersenjata di area pabrik tersebut diselesaikan melalui mediasi terbuka.

 

Humas pabrik smelter, Rama, mengungkapkan bahwa kehadiran aparat penegak hukum (APH) bersenjata lengkap berawal dari laporan investor asing yang mengaku menerima ancaman pembunuhan. Langkah pengamanan ekstra tersebut diambil demi menjamin keselamatan pihak investor.

 

Namun, pengerahan aparat bersenjata justru memicu ketakutan dan keresahan di tengah masyarakat sekitar hingga menciptakan miskomunikasi massal.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang ke Tahap Penyidikan

 

“Sebagian warga merasa terintimidasi melihat kehadiran aparat bersenjata. Padahal, pengamanan itu dilakukan sebagai respons atas laporan ancaman pembunuhan terhadap investor,” terang Rama.

 

Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur, Ayi Suhaya, S.H., bersama anggota yang turun langsung menjadi mediator dalam audensi warga, menekankan pentingnya transparansi kronologi pengamanan agar tidak timbul prasangka baru. Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan investasi tidak boleh mengorbankan hubungan harmonis dengan warga lokal.

Baca Juga :  Kasus ITE Oknum Wartawati di Pasuruan Naik Pembuktian, Penyidik Kantongi Petunjuk Ahli

 

“Jangan sampai investor takut berinvestasi di Kabupaten Pasuruan karena masalah keamanan. Namun di sisi lain, iklim kondusif juga tidak bisa dicapai jika warga merasa terintimidasi,” tegasnya.

 

Ayi mendesak manajemen smelter untuk membuktikan komitmen penyerapan tenaga kerja lokal sebesar 60 persen bagi warga sekitar, sementara 40 persen sisanya dialokasikan untuk tenaga ahli sesuai kebutuhan manajemen. Selain itu, kejelasan program Corporate Social Responsibility (CSR) juga diminta untuk direalisasikan secara terukur.

 

“Perbedaan kepentingan harus diselesaikan lewat dialog terbuka, bukan memperkeruh keadaan atau mudah diadu domba oleh pihak tak bertanggung jawab,” tambahnya.

Baca Juga :  Sengketa Informasi Desa Samborejo Memasuki Tahap Pembuktian Alat Bukti

 

Peristiwa di kawasan PIER ini menjadi pemicu evaluasi krusial bagi Pemkab Pasuruan. Pemerintah daerah dituntut tidak sekadar menjadi penonton, melainkan mediator aktif yang memverifikasi kebenaran isu keamanan sekaligus mengawal hak-hak masyarakat lokal.

 

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kebenaran dugaan ancaman pembunuhan tersebut secara transparan, tanpa menjadikan isu keamanan sebagai dalih untuk mengabaikan aspirasi warga. ($)

Editor : Red

Berita Terkait

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa
Bantah Isu Pemotongan Gaji, Ketua DPD Aliansi PPPK PW Lampung Utara: Hak Pegawai Diperjuangkan Lewat Jalur Resmi
Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang ke Tahap Penyidikan
Sidang Sengketa Tanah di Rejoso Lor Gagal Mediasi, Agenda Dilanjutkan Pembacaan Gugatan dengan Penambahan Pihak Tergugat
Modus Pengangsu BBM Pertalite di SPBU Raci Terbongkar, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Berharap Karhutla Lekas Berlalu, Kapolres Pasuruan Bersama Ribuan Santri Ponpes Dalwa Gelar Salat Istisqa
Kebakaran Hutan Melanda Lereng Gunung Arjuno-Welirang, Kobaran Api Terlihat Jelas dari Pasuruan
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Bantah Isu Pemotongan Gaji, Ketua DPD Aliansi PPPK PW Lampung Utara: Hak Pegawai Diperjuangkan Lewat Jalur Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Bareskrim Polri Naikkan Kasus Dugaan Penipuan Investasi Tambang ke Tahap Penyidikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Sidang Sengketa Tanah di Rejoso Lor Gagal Mediasi, Agenda Dilanjutkan Pembacaan Gugatan dengan Penambahan Pihak Tergugat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Miskomunikasi Aparat Bersenjata dan Isu Ancaman Pembunuhan Picu Ketegangan Warga di Smelter PIER Pasuruan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Modus Pengangsu BBM Pertalite di SPBU Raci Terbongkar, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:37 WIB

Berharap Karhutla Lekas Berlalu, Kapolres Pasuruan Bersama Ribuan Santri Ponpes Dalwa Gelar Salat Istisqa

Berita Terbaru