Situbondo, realitapublik.id – Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang yang terjadi di Kabupaten Situbondo pada tanggal 3-4 Februari 2025, mengakibatkan kerusakan fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, jembatan dan perumahan pemukiman di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kapongan, Kendit, Bungatan, Mlandingan, Suboh, Sumbermalang, Jatibanteng dan kecamatan lainnya.
Berdasarkan hasil sementara dari Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA) yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Situbondo, kerugian akibat dari bencana di sejumlah kecamatan tersebut, sebesar kurang lebih 42 milyar rupiah.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Situbondo telah mengusulkan bantuan BTT (Belanja Tak Terduga) kepada BPBD Propinsi Jawa Timur dan Pemkab Situbondo.
“Sudah kita usulkan beberapa waktu lalu. Salah satunya, bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana,” kata Kalaksa BPBD Situbondo melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Dan Rekonstruksi, Tomy Rudyanto, S.Pi., M.M., Selasa 18 Maret 2025.
Menurut data sementara dari BPBD Kabupaten Situbondo, ada puluhan orang yang tercatat sebagai calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana di Kabupaten Situbondo.
“Totalnya ada 39 orang calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana,” ungkap Tomy.

Pada hari ini, sebanyak 39 orang calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana tersebut menerima bantuan paket sembako dan juga arahan dari Mas Rio Bupati Situbondo dan Wabup Mbak Ulfi.
“Alhamdulillah, bantuan paket sembako sudah kita salurkan kepada 39 orang calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana,” ujarnya.
Untuk bantuan berupa kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah kepada 39 orang tersebut, dalam waktu dekat ini akan segera dilaksanakan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (DPUPP) Kabupaten Situbondo telah ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana. Hal ini sesuai PermenPUPR Nomor 13 Tahun 2023.
Selain itu, sejumlah organisasi masyarakat turut membantu untuk kegiatan pembangunan rumah terdampak bencana di Kabupaten Situbondo. Diantaranya, Lembaga Amil Zakat (Laznas Nurul Hayat), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Situbondo, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS Kabupaten Situbondo.
“Secara tim, kami (BPBD) bekerja cepat berkoordinasi dengan Dinas PUPP dan juga sejumlah ormas tersebut untuk melakukan validasi data calon penerima dan juga proses pekerjaan di lapangan,” kata Tomy.
Kemudian proses kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana, akan dilaksanakan pada bulan Ramadan ini.
“Diharapkan rumah selesai terbangun dalam bulan Ramadan ini sehingga saat hari raya Idul Fitri, 39 warga tersebut sudah bisa menempati rumahnya masing-masing,” pungkasnya.(*)
Penulis : Abdul Hakim/Abdul Hakim







