Rumah Terdampak Bencana Segera Dibangun, BPBD Situbondo Targetkan Sebelum Lebaran Idul Fitri Selesai

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim BPBD Situbondo saat di lokasi rumah warga terdampak bencana. (Foto: realitapublik.id)

Tim BPBD Situbondo saat di lokasi rumah warga terdampak bencana. (Foto: realitapublik.id)

Situbondo, realitapublik.id – Bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang yang terjadi di Kabupaten Situbondo pada tanggal 3-4 Februari 2025, mengakibatkan kerusakan fasilitas umum seperti tempat ibadah, sekolah, jembatan dan perumahan pemukiman di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kapongan, Kendit, Bungatan, Mlandingan, Suboh, Sumbermalang, Jatibanteng dan kecamatan lainnya.

 

Berdasarkan hasil sementara dari Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA) yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Situbondo, kerugian akibat dari bencana di sejumlah kecamatan tersebut, sebesar kurang lebih 42 milyar rupiah.

 

Sebagai tindak lanjut, BPBD Kabupaten Situbondo telah mengusulkan bantuan BTT (Belanja Tak Terduga) kepada BPBD Propinsi Jawa Timur dan Pemkab Situbondo.

Baca Juga :  Haji 2026: Persiapan Lampung Utara Capai 95 Persen, Pemerintah Siapkan 3 Opsi Mitigasi Geopolitik

 

“Sudah kita usulkan beberapa waktu lalu. Salah satunya, bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana,” kata Kalaksa BPBD Situbondo melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Dan Rekonstruksi, Tomy Rudyanto, S.Pi., M.M., Selasa 18 Maret 2025.

 

Menurut data sementara dari BPBD Kabupaten Situbondo, ada puluhan orang yang tercatat sebagai calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana di Kabupaten Situbondo.

 

“Totalnya ada 39 orang calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana,” ungkap Tomy.

 

Saat penyaluran bantuan paket sembako kepada 39 orang calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana.(Foto: realitapublik.id)

 

Pada hari ini, sebanyak 39 orang calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana tersebut menerima bantuan paket sembako dan juga arahan dari Mas Rio Bupati Situbondo dan Wabup Mbak Ulfi.

Baca Juga :  KKP: Program Strategi Nasional, Tambak Nila Tidak Memiskinkan Masyarakat 

 

“Alhamdulillah, bantuan paket sembako sudah kita salurkan kepada 39 orang calon penerima bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana,” ujarnya.

 

Untuk bantuan berupa kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah kepada 39 orang tersebut, dalam waktu dekat ini akan segera dilaksanakan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (DPUPP) Kabupaten Situbondo telah ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana. Hal ini sesuai PermenPUPR Nomor 13 Tahun 2023.

 

Selain itu, sejumlah organisasi masyarakat turut membantu untuk kegiatan pembangunan rumah terdampak bencana di Kabupaten Situbondo. Diantaranya, Lembaga Amil Zakat (Laznas Nurul Hayat), Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Situbondo, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS Kabupaten Situbondo.

Baca Juga :  Penting! Menaker Terbitkan Aturan WFH 2026: Simak 8 Sektor Vital yang Wajib Tetap Hadir di Kantor

 

“Secara tim, kami (BPBD) bekerja cepat berkoordinasi dengan Dinas PUPP dan juga sejumlah ormas tersebut untuk melakukan validasi data calon penerima dan juga proses pekerjaan di lapangan,” kata Tomy.

 

Kemudian proses kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah terdampak bencana, akan dilaksanakan pada bulan Ramadan ini.

 

“Diharapkan rumah selesai terbangun dalam bulan Ramadan ini sehingga saat hari raya Idul Fitri, 39 warga tersebut sudah bisa menempati rumahnya masing-masing,” pungkasnya.(*)

Penulis : Abdul Hakim/Abdul Hakim

Berita Terkait

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan
21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis
Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat
Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya
Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK
KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 13 Perjalanan Kereta Daop 4 Semarang Dialihkan ke Jalur Utara
KKP: Program Strategi Nasional, Tambak Nila Tidak Memiskinkan Masyarakat 
EVP Bantuan Hukum PLN ‘Double Job’ Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?
Berita ini 1,437 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 15:23 WIB

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan

Jumat, 10 April 2026 - 08:25 WIB

21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis

Kamis, 9 April 2026 - 12:15 WIB

Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat

Rabu, 8 April 2026 - 15:09 WIB

Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya

Rabu, 8 April 2026 - 14:54 WIB

Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK

Rabu, 8 April 2026 - 09:59 WIB

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 13 Perjalanan Kereta Daop 4 Semarang Dialihkan ke Jalur Utara

Rabu, 8 April 2026 - 08:55 WIB

KKP: Program Strategi Nasional, Tambak Nila Tidak Memiskinkan Masyarakat 

Selasa, 7 April 2026 - 16:22 WIB

EVP Bantuan Hukum PLN ‘Double Job’ Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?

Berita Terbaru