KOTA PASURUAN realitapublik.id – H.Narno warga Krampyangan, Kota Pasuruan mengalami kecelakaan saat menyembelih sapi qurban di Masjid Baitul Muhajirin Krampyangan pada hari Idul Adha. Ia mengalami luka serius di kakinya. Jumat (6/6/25)
Bergegas, beberapa warga menolong H.Narno dan membawanya ke RSUD R. Soedarsono untuk mendapatkan perawatan medis yang tepat. Dengan jaminan kesehatan sebagai warga Kota Pasuruan, H.Narno dapat menerima pelayanan terbaik dan gratis di rumah sakit tersebut.
Namun amat disayangkan, pihak RSUD R. Soedarsono menolak pasien BPJS dengan dalih kecelakaan kerja dan harus menggunakan BPJS Ketenagakerjaan.
“Management kami tidak mau menerima BPJS Umum atau KIS untuk kasus ini, yang bisa diterima BPJS Ketenagakerjaan karena ini dianggap kecelakaan kerja”, jawab petugas pendaftaran saat ditanya awak media yang kebetulan ikut mengantar H.Narno terkait penolakan ini.
Keluarga H.Narno menerima keputusan tersebut, meskipun terkesan tidak tepat karena H.Narno terluka saat beribadah memotong hewan qurban di masjid, bukan di tempat kerja.
Menurut ketentuan, kecelakaan saat beribadah dapat dicover oleh BPJS Kesehatan jika memenuhi syarat tertentu dan tidak termasuk kategori kecelakaan kerja.
Situasi ini memang memprihatinkan dan menimbulkan pertanyaan tentang penerapan aturan BPJS dalam kasus-kasus khusus seperti ini.

Dimana, syarat dan ketentuan untuk mendapatkan jaminan BPJS Kesehatan dalam kasus kecelakaan saat beribadah adalah:
1. Peserta aktif JKN-KIS.
2. Kecelakaan tunggal, tidak melibatkan kendaraan lain.
3. Bukan kecelakaan kerja, artinya insiden tersebut tidak terjadi selama bekerja atau yang berhubungan langsung dengan pekerjaan.
Dalam kasus H.Narno, karena luka terjadi saat beribadah memotong hewan qurban di masjid, bukan di tempat kerja atau saat menjalankan tugas pekerjaan, seharusnya BPJS Kesehatan dapat mengcover biaya perawatannya jika H.Narno adalah peserta aktif JKN-KIS.
“Hal ini harus menjadi acuan bagi manajemen RSUD R. Soedarsono dan Pemerintah Kota Pasuruan untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga citra buruk yang selama ini beredar di masyarakat dapat berubah menjadi lebih positif di masa mendatang.” papar Indra salah satu anak kandung dari H.Narno pada awak media.
Penulis : Yud
Editor : Saichu







