KOTA MALANG realitapublik.id – Perbaikan darurat Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, yang pondasinya ambrol akibat hujan deras, terancam molor.
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang memutuskan menunda pembangunan ulang jembatan permanen dan memilih solusi sementara, yaitu menyewa Jembatan Bailey.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa rencana awal menggunakan Anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) terganjal oleh masalah finansial yang signifikan.
“Dari anggaran BTT, kami hanya memiliki Rp 2 miliar. Sementara kebutuhan total untuk pembangunan permanen Jembatan Sonokembang mencapai Rp 5,3 miliar,” kata Dandung pada Jumat (24/10/2025).
Selain kekurangan anggaran hingga Rp 3,3 miliar, kendala lain adalah faktor waktu. Proses pengadaan dan pembangunan ulang diperkirakan memakan waktu minimal 45 hari, yang dinilai tidak memungkinkan untuk diselesaikan pada tahun berjalan.
Menyikapi kondisi tersebut, Pemkot Malang melalui DPUPRPKP memutuskan untuk menyewa Jembatan Bailey sebagai jembatan darurat selama 7 hingga 8 bulan. Anggaran BTT yang sebesar Rp 2 miliar akan dialokasikan sepenuhnya untuk menutupi biaya sewa tersebut.
“Anggaran BTT tetap kami gunakan, tetapi hanya untuk biaya sewanya, karena dana untuk pembangunan permanen belum tersedia,” tegas Dandung.
Pihak DPUPRPKP berencana segera memulai tahapan pembongkaran puing-puing dan pembersihan. Selanjutnya, akan dilakukan pembuatan plendes (pondasi) sebagai landasan Jembatan Bailey sewaan tersebut agar akses jalan masyarakat di kawasan tersebut dapat segera pulih dan digunakan.
Penulis : Andi Billy
Editor : Red







