Jawa Tengah Toreh Prestasi Tingkat Nasional di Bidang Pendidikan Tahun 2025

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 02:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta realitapublik.id – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang dinahkodai Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menorehkan prestasi tingkat nasional sekaligus menerima sejumlah penghargaan di bidang pendidikan dalam Anugerah Data dan Teknologi Pendidikan 2025. Penghargaan ini diserahkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Data dan Teknologi Informasi Pendidikan yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, pada Senin (15/12/2025).

 

Dalam ajang tersebut, Jawa Tengah meraih berbagai kategori penghargaan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan. Beberapa di antaranya Hackathon Rumah Pendidikan 2025, Inovasi Pembelajaran, Pengembangan Kapasitas SDM Unggul, Pembelajaran Jarak Jauh Adaptif, serta Provinsi Terbaik dalam Pengimbasan dan Pemanfaatan Rumah Pendidikan.

Baca Juga :  Dalih Efisiensi Anggaran, Nyawa 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran Diabaikan

 

Sebagai puncak capaian, Jawa Tengah juga dinobatkan sebagai salah satu Provinsi Terbaik dalam Pemanfaatan Data Pendidikan, kategori yang diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja optimal dalam pengelolaan, kelengkapan, dan pemanfaatan data pendidikan.

 

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) RI Fajar Riza Ul Haq mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja panjang para pegiat pendidikan dalam membangun kebijakan berbasis data. “Jangan melihat nilai yang kami berikan, tetapi apresiasi tulus kepada para pejuang pendidikan,” ujar Fajar.

Baca Juga :  Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya

 

Ia menekankan pentingnya membangun literasi data, mulai dari mencari, memverifikasi, hingga menganalisis data. Menurutnya, kebijakan pendidikan harus dibangun di atas data yang kuat dan valid agar tepat sasaran.

 

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menambahkan, data merupakan kunci keberhasilan kebijakan pendidikan yang dampaknya bersifat jangka panjang. Karena itu, data pendidikan harus dianalisis dan digunakan secara tepat agar kebijakan selaras dengan masalah dan tantangan bagi masing-masing daerah.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya daerah dalam memanfaatkan data dan informasi pendidikan.

Baca Juga :  EVP Bantuan Hukum PLN 'Double Job' Jadi Komut, Apa Kabar Kasus Penganiayaan Sajam di Depok?

 

“Penggunaan data dan informasi pendidikan ini menjadi bagian penting untuk membangun pendidikan Jawa Tengah yang lebih baik,” kata Sumarno.

 

Menurut Sumarno, pendekatan berbasis data sangat krusial. “Terutama dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dihadapkan pada persoalan zonasi dan kuota bagi masyarakat miskin,” ujarnya.

 

Dengan apresiasi ini, lanjut dia, tentu saja akan menjadi penyemangat bagi teman-teman semua untuk lebih giat. “Dan tentu saja konsep pendidikan Jawa Tengah menjadi lebih baik lagi dan lebih unggul,” kata Sumarno menambahkan.(*)

Penulis: Feri Eka S.

Editor : Red

Berita Terkait

Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh
LPG Nonsubsidi Naik Drastis 18%: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Tabung 12 Kg Kini Rp 228 Ribu
Dalih Efisiensi Anggaran, Nyawa 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran Diabaikan
LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan
21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis
Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat
Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya
Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 20:23 WIB

Terima 700 Mahasiswa KKN UM Metro, Wabup Tubaba Minta Mahasiswa Jadi Motivator Pembangunan di Tiyuh

Senin, 20 April 2026 - 13:04 WIB

LPG Nonsubsidi Naik Drastis 18%: Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Tabung 12 Kg Kini Rp 228 Ribu

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Dalih Efisiensi Anggaran, Nyawa 13 Pelaut WNI Korban Perang Iran Diabaikan

Sabtu, 11 April 2026 - 15:23 WIB

LPG 3 Kg Langka di Kota Pasuruan: Kapal Tanker Terhambat di Perak, Penyaluran Normal Mulai Besok dengan Skema Pembatasan

Jumat, 10 April 2026 - 08:25 WIB

21 Personel Brimob Perkuat Timnas Indonesia di Ajang Dunia Indoor Skydiving 2026 di Prancis

Kamis, 9 April 2026 - 12:15 WIB

Polri Bekali Petugas dengan Buku Saku “0%” sebagai Panduan Sosialisasi Program Pro-Rakyat

Rabu, 8 April 2026 - 15:09 WIB

Kabar Gembira! Tol Palembang-Betung Target Beroperasi Akhir 2026, Ini Progresnya

Rabu, 8 April 2026 - 14:54 WIB

Buntut OTT Bupati Fadia arafiq Sekitar 63 Pejabat Pemerintah kabupaten Pekalongan diperiksa oleh KPK

Berita Terbaru