BATANG, realitapublik.id – Suasana tenang di dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 1 Klidanglor, Kabupaten Batang, mendadak gempar pada Rabu (17/6/2026). Seorang nelayan dilaporkan tenggelam dan hilang di aliran Sungai Sambong setelah terpeleset dari atas Kapal Motor (KM) Timbul Barokah GT 30.
Korban diketahui bernama Khofirul Isnawan (25), seorang pemuda asal Dukuh Blater, Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban.
Peristiwa tragis ini bermula ketika KM Timbul Barokah bersandar di dermaga TPI 1 Klidanglor untuk melakukan aktivitas bongkar muatan ikan. Proses bongkar muat yang menguras energi tersebut baru rampung pada Rabu dini hari sekira pukul 02.00 WIB.
Usai bekerja keras, seluruh anak buah kapal (ABK) memutuskan untuk melepas lelah di atas kapal. Korban sendiri memilih beristirahat di samping kiri kamar mesin bersama salah satu rekannya, Prasetyo.
Namun menjelang pagi hari, situasi berubah mencekam. Prasetyo bersama saksi lainnya, Widodo, mendadak terbangun dari tidur setelah mendengar teriakan histeris dari arah dermaga.
“Saksi pertama dan saksi kedua terbangun karena mendengar orang berteriak dari arah dermaga bahwa ada orang yang jatuh ke sungai,” ujar Kasat Polairud Polres Batang, IPTU Eko Nugrahanto, S.H.
Mendengar teriakan tersebut, Prasetyo dan Widodo langsung melompat ke sungai demi memberikan pertolongan pertama kepada korban. Namun, derasnya arus Sungai Sambong membuat upaya penyelamatan tersebut gagal. Korban dengan cepat terseret arus dan hilang dari pandangan.
Mendapat laporan dari warga, pihak kepolisian langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi kejadian dalam waktu lima menit. Tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Batang, TNI AL, dan Basarnas langsung dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian.
Insiden Rabu, 17 Juni 2026 (setelah pukul 02.00 WIB) berada di Aliran Sungai Sambong, kawasan Dermaga TPI 1 Klidanglor, Batang Identitas Korban, Khofirul Isnawan (25), warga Desa Depok, Kandeman dan masih dalam proses penyisiran oleh Tim SAR Gabungan.
Menanggapi insiden ini, pihak berwenang memberikan imbauan keras kepada para nelayan agar lebih memprioritaskan keselamatan diri, terutama saat kondisi tubuh sedang lelah setelah melaut.
“Kami mengimbau kepada para nelayan demi keamanan dan keselamatan bersama, lebih baik beristirahat di tempat-tempat aman yang telah disediakan oleh pengelola pelabuhan di kawasan darat. Harapannya, kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” pungkas IPTU Eko Nugrahanto.
Penulis : Fery Eka spt






