TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menggelar Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di Sesat Agung Kompleks Islamic Center Tubaba pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh anak-anak mulai dari jenjang TK hingga SMA, para guru, orang tua, serta anak-anak penerima santunan hasil kolaborasi Pemkab bersama BAZNAS Tubaba.
Acara dibuka dengan penampilan anggun Tari Sembah yang dibawakan oleh siswi SDN 18 Tulang Bawang Tengah sebagai bentuk penyambutan hangat bagi para tamu undangan.
Mewakili Penjabat (Pj) Bupati Tubaba, Asisten II Bidang Pemerintahan dan Pembangunan, Eri Budi Santoso, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum bersama dalam memperkuat kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak anak.
“Peringatan tahun ini terasa sangat istimewa karena Pemkab Tubaba dapat berjalan beriringan dan berkolaborasi erat dengan Tim Penggerak PKK dan BAZNAS Tubaba. Ini adalah bukti nyata bahwa urusan masa depan anak bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif kita bersama,” ujar Eri Budi Santoso.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan perlindungan nyata kepada anak-anak serta memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak atas pendidikan maupun rasa aman.
“Mari kita jadikan momentum HAN 2026 ini untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Jika melihat ada anak yang putus sekolah, laporkan. Jika melihat ada anak yang mengalami kekerasan, lindungi dan bantu,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Kabupaten Tubaba, Ny. Novianti Novriwan, menyampaikan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang, perlindungan, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta lingkungan sosial yang aman dan bebas dari kekerasan.
“Perlindungan anak bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh pemangku kepentingan,” ungkap Novianti.
Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan anak di Tubaba, TP-PKK bersama Pemerintah Kabupaten dan BAZNAS menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim dan piatu.
“Santunan ini bukan sekadar bantuan sosial biasa, melainkan wujud kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab kita dalam menghadirkan harapan serta pemantik semangat bagi anak-anak untuk terus belajar, tumbuh, dan meraih cita-cita mereka,” imbuhnya.
Kreativitas Pelajar Berpesan Karakter
Peringatan HAN Tahun 2026 di Tubaba ini kian semarak dengan berbagai penampilan kreatif dari para pelajar setempat. Di antaranya adalah penampilan dongeng bertajuk “Limo Pilar Sai untuk Menuju Kewawayan Masyarakat Tubaba” yang dibawakan secara apik oleh siswa SD Negeri 14 Tulang Bawang Udik.
Selain itu, ada pula persembahan drama pendek berjudul “Benang yang Koyak, Hati yang Rekat” oleh siswa SMP Negeri 8 Tubaba. Kedua pertunjukan tersebut membawa pesan moral yang kuat mengenai pendidikan karakter, kepedulian sesama, persahabatan, serta pentingnya membangun lingkungan yang ramah anak.
Rangkaian kegiatan ditutup secara khidmat dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim dan piatu sebagai komitmen nyata dalam mewujudkan Kabupaten Tubaba sebagai Kabupaten Layak Anak. (*)
Penulis : Rody Sandra






