Rekam Jejak KH Syukron Ma’mun: Singa Podium dalam Dakwah, Pendidikan, dan Politik

- Jurnalis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: K.H. Prof. Syukron Ma'mun

i

Foto: K.H. Prof. Syukron Ma'mun

REALITAPUBLIK.ID – Dunia Islam Indonesia kembali berduka mendalam atas wafatnya Prof. K.H. Syukron Ma’mun, B.A.  Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta sekaligus tokoh sepuh Nahdlatul Ulama yang dijuluki “Singa Podium” ini mengembuskan napas terakhirnya pada usia 84 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, akibat gangguan jantung. Setelah disemayamkan, jenazah almarhum langsung dishalatkan dan dikebumikan di Kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kepergian ulama kharismatik ini menyisakan kesedihan mendalam bagi jutaan umat, namun nilai luhur dan estafet perjuangan dakwah yang ditinggalkannya kini diteruskan oleh sang putra, Dr. KH Muhammad Faiz Syukron Ma’mun (Gus Faiz), yang saat ini mengemban amanah sebagai salah satu pimpinan teras Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta.

Karisma dan keteguhan prinsip beragama Kiai Syukron tidak tumbuh begitu saja, melainkan dibentuk oleh latar belakang keluarga yang sangat religius sejak beliau lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941.

Baca Juga :  Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas

Beliau dibesarkan oleh ayahnya, KH Ma’mun Nawawi, yang merupakan seorang kiai lokal, serta ibunya, Hj. Masturoh, yang aktif mengajarkan Al-Qur’an dan kitab kuning kepada masyarakat setempat. Dasar keagamaan yang kuat tersebut mendorong Kiai Syukron muda untuk mulai menimba ilmu di Sekolah Rakyat dan Madrasah Miftahul Ulum, sebelum akhirnya memutuskan untuk nyantri ke Pondok Pesantren Sidogiri di Pasuruan.

Kehausannya akan ilmu agama kemudian membawa beliau melanjutkan studi ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, hingga lulus Kulliyatul Mu’allimin Islamiyah (KMI) pada tahun 1967 dan sukses menyandang gelar Sarjana Muda (B.A.) dari Institut Pendidikan Darussalam (IPD) Gontor.

Selama menempuh pendidikan di Gontor inilah bakat orasi Kiai Syukron mulai menonjol ke permukaan. Karakter suaranya yang menggelegar, penyampaian yang tegas dan lugas, serta keberaniannya yang luar biasa saat berceramah di kemudian hari membuat masyarakat menyematkan julukan abadi sebagai “Singa Podium”.

Baca Juga :  Diduga Tabrak Aturan, Aktivitas Tambang CV Mutiara Timur di Lemahbang Disoal Warga

Nyali besar dan kemampuan komunikasi publik tersebut langsung diuji pada awal tahun 1967, di mana dalam situasi politik nasional yang tidak menentu dan penuh gesekan antarkelompok pemuda pasca-peristiwa G30S, beliau yang belum genap berusia 30 tahun sudah berani berkeliling daerah Jawa Timur, mulai dari Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, hingga Magetan untuk menyebarkan syiar dakwah.

Setelah melanglang buana di Jawa Timur, Kiai Syukron memutuskan hijrah ke ibu kota Jakarta untuk mempertajam sanad keilmuannya dengan berguru langsung kepada para ulama besar Betawi, termasuk Habib Ali bin Husein (Bungur) dan Habib Abdurrahman Al-Habsyi (Kwitang).

Seiring kedalaman ilmu yang diperoleh di ibu kota, karisma dakwah beliau semakin meluas hingga syiar Islamnya tidak hanya dinikmati oleh jemaah di pelosok Nusantara seperti Sumatra, Kalimantan, dan Maluku, melainkan juga menembus panggung mancanegara meliputi Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Baca Juga :  Kondisi Terkini Gunung Merapi Sepekan Terakhir: Berstatus Siaga, Lebih dari 100 Kali Guguran Lava Terpantau

Selain aktif di podium dakwah lintas negara, jejak emas paling nyata dari pengabdian beliau adalah dedikasinya dalam mendirikan dan membesarkan Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Di bawah bimbingan langsung beliau, pesantren modern di tengah kawasan perkotaan ini berhasil mencetak ribuan alumni unggul yang kini tersebar luas membimbing umat di seluruh penjuru tanah air.

Kiprah besar Kiai Syukron di dunia pendidikan dan dakwah ini pula yang membuat namanya diakui secara nasional di ranah keorganisasian.

Sepanjang hayatnya, beliau tercatat pernah mengemban amanah strategis sebagai Ketua Umum Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), Wakil Ketua Robitotul Ma’ahid Islamiyah (RMI), serta dipercaya memimpin Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) DKI Jakarta.

Kini, sang “Singa Podium” telah berpulang, namun warisan ilmu, ribuan santri, dan lembaga pendidikan yang ia bangun akan terus hidup menjadi amal jariyah yang tidak pernah terputus.(*)

Berita Terkait

Gudang Penimbunan 10 Ton Solar Digerebek, Ditreskrimsus Polda Jateng Tangkap Tersangka SH di Cilacap
Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas
Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!
Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri
Gantikan Darmawan Prasodjo, Suroso Isnandar Resmi Menjabat Direktur Utama PT PLN
Bursa Calon Panglima TNI Makin Hangat: Letjen TNI Kunto Arief Wibowo Masuk dalam Radar Alternatif
Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda
Diduga Tabrak Aturan, Aktivitas Tambang CV Mutiara Timur di Lemahbang Disoal Warga
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Gudang Penimbunan 10 Ton Solar Digerebek, Ditreskrimsus Polda Jateng Tangkap Tersangka SH di Cilacap

Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Rekam Jejak KH Syukron Ma’mun: Singa Podium dalam Dakwah, Pendidikan, dan Politik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Satu Dekade Hari Santri 2026: Transformasi Santri Modern Menuju Indonesia Emas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Buntu, Ahli Waris Tempuh Jalur Praperadilan hingga Lapor Kapolri

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Gantikan Darmawan Prasodjo, Suroso Isnandar Resmi Menjabat Direktur Utama PT PLN

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Bursa Calon Panglima TNI Makin Hangat: Letjen TNI Kunto Arief Wibowo Masuk dalam Radar Alternatif

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda

Berita Terbaru