Ditinggal Mandor di Papua, Bupati Lucky Hakim Instruksikan Pemulangan 7 Pekerja Asal Indramayu

- Jurnalis

Rabu, 8 April 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU JABAR, realitapublik.id – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, bergerak cepat menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk memulangkan tujuh pekerja asal Indramayu yang terlantar di kawasan Sermayam, Merauke, Papua Selatan. Para pekerja tersebut dikabarkan dalam kondisi memprihatinkan setelah ditinggal oleh mandor mereka.

 

Kepala Disnaker Kabupaten Indramayu, Endang Ismiati, menegaskan bahwa seluruh biaya pemulangan akan ditanggung sepenuhnya oleh Baznas Kabupaten Indramayu.

 

“Atas perintah Pak Bupati, kami diminta segera memfasilitasi kepulangan tujuh warga kita yang terlantar di Papua. Seluruh operasionalnya akan didukung oleh Baznas,” ujar Endang saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga :  Jangan Kaget Besok Pemadaman Listrik, PLN UP3 Situbondo Rilis Daftar Wilayah Terdampak

 

Langkah responsif ini diambil setelah sebuah video yang memperlihatkan kondisi para pekerja tersebut viral di media sosial.

 

Berdasarkan penelusuran, ketujuh pria tersebut bekerja sebagai kuli bangunan dalam proyek pembangunan barak TNI di Yonif TP 818/YUBOI. Namun, alih-alih mendapat upah layak, mereka justru ditelantarkan tanpa kepastian hak-hak yang dijanjikan.

Baca Juga :  Proyek Pemeliharaan Irigasi di Tiyuh Daya Asri Tubaba Disorot: Dikerjakan Asal-Asalan dan Tanpa Papan Informasi

 

Disnaker telah berhasil menjalin komunikasi dengan Catu Wijaya, perwakilan pekerja asal Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi. Saat ini, tim gabungan dari Disnaker, Dinas Sosial, dan Baznas telah bersiap mengirimkan tiket pesawat.

 

“Kami sudah siap memulangkan mereka. Saat ini para pekerja masih mengurus sisa upah yang belum dibayarkan oleh mandor. Begitu urusan di sana selesai dan mereka siap, tiket langsung kami beli,” tegas mantan Camat Sliyeg tersebut.

Baca Juga :  Seolah Kebal Hukum, Lapak Obat Keras Belakang Pasar Laladon Masih Bebas Beroperasi

 

Berikut adalah daftar tujuh pekerja yang menunggu pemulangan:

1. Mulyadi (Desa Rajasinga, Kec. Terisi)

2. Yogi Setiawan (Desa Rajasinga, Kec. Terisi)

3. Catu Wijaya (Desa Rajasinga, Kec. Terisi)

4. Ahmad Malik Ibrahim (Desa Jatimulya, Kec. Terisi)

5. Jayadi (Desa Cikawung, Kec. Terisi)

6. Carwadi (Desa Plosokerep, Kec. Terisi)

7. Rasi (Blok Sarmita, Desa Puntang, Kec. Losarang).(*)

Penulis : Roz

Editor : Kim

Berita Terkait

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Berita Terbaru