Diduga Memicu Keracunan Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang, Operasional SPPG Karangturi Dihentikan Sementara

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

SEMARANG, realitapublik.id — Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi Semarang dihentikan sementara usai ditemukannya dugaan kasus keracunan makanan massal yang menimpa ratusan siswa dan belasan guru SMKN 6 Semarang. Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah para korban mengonsumsi sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Keputusan penghentian sementara ini diambil guna mempermudah proses investigasi serta memastikan standar keamanan pangan terpenuhi secara mendalam.

 

Koordinator Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Hadi Riajaya, mengonfirmasi bahwa langkah penanganan cepat dan evaluasi lintas sektor telah dilakukan sejak Jumat (31/7/2026).

 

“Kami sudah melakukan investigasi lintas sektor yang melibatkan KPPG Semarang, Koordinator Regional Jawa Tengah, Koordinator Wilayah Kota Semarang, Koordinator Kecamatan Semarang, Babinsa, Polrestabes Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Dapur operasional kami suspend (hentikan) sementara karena bagi BGN, keselamatan penerima manfaat adalah yang paling utama dan menjadi prioritas,” tegas Hadi Riajaya, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga :  Rel Kereta Tanpa Palang Pintu Kembali Telan Korban: 2 Siswi Meninggal Tertabrak KA Babaranjang

 

Pihak KPPG Semarang terus melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh korban terdampak yang menjalani perawatan medis, baik di puskesmas maupun rumah sakit setempat. Selain itu, pendalaman terhadap kronologi tahapan persiapan hingga pendistribusian makanan terus dilakukan.

 

Berdasarkan hasil investigasi sementara, pasokan bahan baku yang terdiri dari bumbu, buah, daging ayam, tahu, dan sayuran tiba di SPPG Karangturi secara bertahap pada Rabu (29/7/2026) antara pukul 13.00 WIB hingga 17.30 WIB.

Baca Juga :  Suarakan Transparansi, LSM PEJUANG 24 dan FORLINDO JAYA Gelar Aksi Damai 404 di Kajen

 

Proses persiapan bahan dimulai pada malam harinya sekitar pukul 18.55 WIB, meliputi pencucian bahan, pengukusan tahu, hingga proses marinasi ayam pada pukul 19.30 WIB selama satu jam.

 

Selanjutnya, pada Kamis (30/7/2026) dini hari pukul 00.30 WIB, tim pengolahan mulai memasak bumbu rendang, tahu, dan sayuran. Setelah melalui uji organoleptik dan penimbangan gramasi oleh ahli gizi pada pukul 04.00 WIB, makanan kemudian dikemas dan didistribusikan ke sekolah dalam dua tahap penerbangan/kloter, yakni pada pukul 06.00 WIB dan 08.10 WIB.

 

Laporan mengenai munculnya gejala gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare baru diterima pihak SPPG dari pengelola sekolah pada Jumat (31/7/2026) pukul 09.40 WIB.

Baca Juga :  Tragedi Berdarah di Pekalongan: Dikejar hingga Depan Rumah, Pria di Kuripan Kertoharjo Ditusuk Kenalan

 

Langkah penghentian sementara operasional SPPG Karangturi dinilai sebagai bentuk transparansi dan ketegasan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mengevaluasi tata kelola penyediaan gizi di lapangan. Langkah ini penting agar program strategis MBG yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berjalan secara akuntabel, aman, dan tepat sasaran.

 

Masyarakat dan pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Pengelola SPPG di seluruh wilayah diimbau untuk senantiasa mematuhi standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi ketat dari BGN demi menjamin kualitas serta keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat. (*)

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Hendak Dikonfirmasi Soal Seragam, SMKN 1 Singosari Diduga Libatkan Babinsa Saring Wartawan
Diduga 10 Tahun Cemari Lingkungan, Pabrik Plastik di Atas Lahan KUD Margo Agung Dilaporkan Warga
Gedung Rusak dan Atap Bocor, SDN 7 Tumijajar Desak Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah
Atap Rusak Parah, SMP IT As Salam Tumijajar Desak Pemerintah Turun Tangan
Rayakan Hari Anak, TP PKK Situbondo Padukan Layanan Kesehatan dan Inovasi ‘Becak Mapan’ di SDN 1 Tamansari
KKN Kolaboratif Unej-Unars Garap Pupuk Bokashi dan Digitalisasi UMKM di Desa Mojodungkol
Melaut Sendirian, Nelayan Banyuputih Situbondo Hilang Kontak Sejak Rabu Siang
Penolakan Warga RW 12 Griyashanta Terhadap Proyek Jalan Tembus: Pasang Portal Hingga Putusan Hukum Inkracht
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Diduga Memicu Keracunan Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang, Operasional SPPG Karangturi Dihentikan Sementara

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Hendak Dikonfirmasi Soal Seragam, SMKN 1 Singosari Diduga Libatkan Babinsa Saring Wartawan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Diduga 10 Tahun Cemari Lingkungan, Pabrik Plastik di Atas Lahan KUD Margo Agung Dilaporkan Warga

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:27 WIB

Gedung Rusak dan Atap Bocor, SDN 7 Tumijajar Desak Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:20 WIB

Atap Rusak Parah, SMP IT As Salam Tumijajar Desak Pemerintah Turun Tangan

Senin, 27 Juli 2026 - 17:21 WIB

Rayakan Hari Anak, TP PKK Situbondo Padukan Layanan Kesehatan dan Inovasi ‘Becak Mapan’ di SDN 1 Tamansari

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:42 WIB

KKN Kolaboratif Unej-Unars Garap Pupuk Bokashi dan Digitalisasi UMKM di Desa Mojodungkol

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:46 WIB

Melaut Sendirian, Nelayan Banyuputih Situbondo Hilang Kontak Sejak Rabu Siang

Berita Terbaru