Pengecekan Lokasi Dugaan Produksi Miras di Pasuruan, LIRA dan LSM Gajahmada Tak Temukan Bukti

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN realitapublik.id – Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Pasuruan, H.M. Muslim, bersama sejumlah perwakilan LSM Gajahmada, melakukan investigasi langsung terkait dugaan produksi minuman keras (miras) di sebuah rumah di Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil.

Namun, dalam pengecekan yang dilakukan pada Senin (04/08/2025), tim tidak menemukan bukti apa pun yang mendukung tuduhan tersebut.

Pengecekan ini dilakukan menyusul laporan yang beredar di media daring. Menurut Muslim, timnya segera mendatangi lokasi untuk memastikan kebenarannya. “Kami langsung mendatangi tempat yang dimaksud setelah mendapat informasi dan menggecek seluruh sudut rumah, tetapi tidak menemukan apa pun seperti yang diberitakan,” jelas Muslim.

Baca Juga :  Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi

Menanggapi hal ini, Muslim menekankan pentingnya pemberitaan yang bertanggung jawab. Ia meminta media untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi.

Baca Juga :  Kronologi dari Adu Mulut di Loket hingga Damai, Kisah Viral Pelayanan Disdukcapil Lampung Utara

“Saya mohon kepada rekan-rekan media untuk melakukan verifikasi sebelum membangun opini. Berita yang tidak akurat bisa merugikan banyak pihak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengambil tindakan tegas jika memang terbukti ada pelanggaran. “Kalau ada bukti, laporkan saja ke saya atau melalui tokoh desa. Saya pasti siap menindak tegas tempat tersebut. Jangan sampai ada tuduhan tanpa dasar,” katanya.

Baca Juga :  Sertijab Kapolsek Tulang Bawang Tengah, Kapolres Tubaba Tekankan Komitmen Presisi

Di sisi lain, pemilik rumah, Nonik, merasa terkejut dengan kedatangan tim investigasi. “Saya tegaskan di sini tidak ada miras. Kalau dulu di Surabaya mungkin iya, tapi sekarang tidak,” jelasnya.

Muslim menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa tujuan media seharusnya memberikan manfaat, bukan sekadar sensasi. “Pemberitaan harus berorientasi pada kemanusiaan,” pungkasnya.

Penulis : Chu

Editor : Red

Berita Terkait

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Berita ini 105 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Berita Terbaru