Waspada Musim Hujan, Polres Kebumen: “Kenali Gejala Awal Bencana Alam”

- Jurnalis

Jumat, 1 November 2024 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Angota Polsek Ayah dan masyarakat meninjau lokasi longsor di wilayah Kecamatan Ayah

i

Angota Polsek Ayah dan masyarakat meninjau lokasi longsor di wilayah Kecamatan Ayah

Kebumen,realitapublik.id – Memasuki musim hujan, masyarakat Kebumen diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir, tanah longsor dan pohon tumbang.

 

Polres Kebumen bersama pemerintah daerah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk selalu waspada dan segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang mengarah pada potensi banjir.

 

Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolres Kebumen, AKBP Recky, setelah dua insiden longsor terjadi di wilayah Kebumen dalam 24 jam terakhir.

 

Kejadian pertama terjadi pada hari Kamis, 31 Oktober 2024, sekitar pukul 02.00 WIB di Desa Watukelir, Kecamatan Ayah. Longsor terjadi di lapangan desa, menyebabkan kerugian material sebesar puluhan juta Rupiah yang ditanggung oleh dana desa.

 

Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi desa setempat, serta meningkatkan kekhawatiran masyarakat akan keselamatan mereka di musim penghujan yang baru dimulai.

 

Insiden kedua terjadi di Desa Sukomulyo, Kecamatan Rowokele, Kebumen, pada hari yang sama sekitar pukul 19.00 WIB. Sebuah talud sepanjang kurang lebih 30 meter dengan tinggi sekitar 7 meter mengalami longsor, yang menyebabkan akses jalan desa sempat terputus.

 

Jalan penghubung antara RT 06 dan RT 05 di Dukuh Mulyosri sempat tidak bisa dilalui, sehingga masyarakat di wilayah tersebut bersama TNI dan Polsek harus bekerja bakti membersihkan tumpukan tanah yang menutup jalan.

 

AKBP Recky menyampaikan bahwa kedua kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak. “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama di daerah rawan bencana. Jika ada tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan di sekitar rumah dan jalan, segera laporkan kepada pihak berwenang,” ujarnya, Jumat 1 November 2024.

 

Menurutnya, pencegahan sejak dini dan kesadaran masyarakat dapat meminimalkan dampak bencana.

 

Polres Kebumen juga telah menyiapkan tim tanggap darurat yang siap bergerak bersama unsur terkait jika terjadi bencana. Langkah ini diambil untuk memastikan agar penanganan bencana bisa dilakukan dengan cepat, mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material.

 

Kapolres Kebumen menambahkan bahwa sosialisasi mengenai tindakan pencegahan dan mitigasi bencana akan terus dilakukan.

 

“Selain imbauan, kami juga bekerja sama dengan perangkat desa maupun Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi terkait langkah-langkah yang harus dilakukan ketika tanda-tanda bencana muncul,” tambahnya.

 

Edukasi ini meliputi cara-cara sederhana untuk mengenali gejala pergerakan tanah, tanda-tanda banjir, waspada pohon tumbang, serta langkah-langkah evakuasi.

 

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor disarankan untuk memperkuat struktur bangunan mereka atau memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman. Jika diperlukan, evakuasi dini dilakukan warga khususnya yang berada di zona rawan.

 

Masyarakat Kebumen diminta untuk selalu memperhatikan informasi cuaca dari pihak berwenang. Musim hujan yang baru saja dimulai diperkirakan akan berlangsung dengan intensitas yang cukup tinggi.

 

Dengan adanya prediksi curah hujan yang tinggi, risiko terjadinya banjir dan longsor serta pohon tumbang juga akan meningkat. Pengawasan lingkungan sekitar harus lebih ditingkatkan agar kejadian serupa bisa diminimalisasi.

 

Imbauan kewaspadaan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi bencana. “Koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mengurangi dampak dari bencana yang mungkin terjadi,” tutup Kapolres.(*)

Penulis : Wahyudin

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Nekat Hunus Pisau ke Arah Polisi, Buronan Kasus Penggelapan Motor di PALI Dilumpuhkan
Pencuri Sawit PT SBAL di PALI Tertangkap Basah, Pelaku Tak Berkutik Dikepung Polisi
Polsek Talang Ubi Tangkap Pencuri Sawit PT SBAL di Tempat Kejadian
Residivis Pencurian Kayu Jati di Lampung Utara Diringkus Polisi 
Mobil Raib dari Garasi, Dua Pelaku Dibekuk Polisi 
Bawa Celurit dan Lukai Anak di Bawah Umur, Empat Pelaku Pengeroyokan di GOR Kota Pasuruan Dibekuk Polisi
Diperiksa 12 Jam, Pengasuh Padepokan Padang Ati Pekalongan Resmi Jadi Tersangka
Pasca Penangkapan Pengasuh Padepokan di Pekalongan, Puluhan Orang Tua Mulai Jemput Putrinya
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:34 WIB

Nekat Hunus Pisau ke Arah Polisi, Buronan Kasus Penggelapan Motor di PALI Dilumpuhkan

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:16 WIB

Pencuri Sawit PT SBAL di PALI Tertangkap Basah, Pelaku Tak Berkutik Dikepung Polisi

Senin, 1 Juni 2026 - 15:10 WIB

Polsek Talang Ubi Tangkap Pencuri Sawit PT SBAL di Tempat Kejadian

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:22 WIB

Residivis Pencurian Kayu Jati di Lampung Utara Diringkus Polisi 

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:14 WIB

Mobil Raib dari Garasi, Dua Pelaku Dibekuk Polisi 

Sabtu, 30 Mei 2026 - 00:10 WIB

Bawa Celurit dan Lukai Anak di Bawah Umur, Empat Pelaku Pengeroyokan di GOR Kota Pasuruan Dibekuk Polisi

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:19 WIB

Diperiksa 12 Jam, Pengasuh Padepokan Padang Ati Pekalongan Resmi Jadi Tersangka

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:07 WIB

Pasca Penangkapan Pengasuh Padepokan di Pekalongan, Puluhan Orang Tua Mulai Jemput Putrinya

Berita Terbaru

Berita

Banner Cakades PAW Selomukti Mulai Menjamur

Jumat, 5 Jun 2026 - 16:20 WIB